Korban Meninggal Insiden Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Bertambah jadi Empat Orang

  • 06 Jul 2026 20:45 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Korban meninggal dunia akibat ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 kembali bertambah. Mujibur Rahman, taruna DP IV Pembentukan Teknika Politeknik Pelayaran Malahayati asal Sigli, Kabupaten Pidie, meninggal dunia pada Senin 6 Juli 2026, sekitar pukul 12.40 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Dengan meninggalnya Mujibur Rahman, jumlah korban jiwa dalam insiden ledakan yang terjadi saat KMP Aceh Hebat 2 bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Jumat 12 Juni 2026 menjadi empat orang.

Sebelumnya, tiga korban yang lebih dahulu meninggal dunia yakni Fahri Herdi Eko, Muhammad Bilal Ramzi, dan Muhammad Zulfikar. Keempatnya merupakan taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang mengalami luka bakar akibat ledakan di ruang mesin kapal.

Secara keseluruhan, insiden tersebut mengakibatkan 15 orang menjadi korban, terdiri atas 14 taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang anak buah kapal (ABK). Seluruh korban menjalani perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Mujibur Rahman.

"Atas nama Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kami berdoa semoga almarhum mendapat tempat terbaik, serta keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan menghadapi cobaan ini," ujar Andri, Senin 6 Juli 2026.

Menurut Andri, sejak hari pertama insiden terjadi, ASDP terus memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga, termasuk berkoordinasi dengan rumah sakit serta instansi terkait hingga proses pemulangan jenazah dan pemakaman.

"Sejak insiden terjadi, ASDP terus hadir mendampingi proses penanganan korban, berkoordinasi dengan rumah sakit dan seluruh instansi terkait, serta mengawal kebutuhan keluarga, termasuk hingga proses pemulangan jenazah serta pemakaman," katanya.

Ia menambahkan, ASDP tetap mendukung proses penyidikan yang dilakukan Polda Aceh serta melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan operasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan layanan penyeberangan.

Sementara itu, penyidik Polda Aceh masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) terhadap komponen dan sistem di ruang mesin kapal. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk mengungkap penyebab pasti ledakan sekaligus melengkapi proses penyidikan yang masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....