Hama Monyet Jadi Ancaman Serius bagi Petani Hortikultura di Sabang
- 26 Mei 2026 09:14 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Sektor pertanian di kawasan Beurawang, Kota Sabang, menghadapi ancaman penurunan produktivitas akibat serangan hama monyet liar dan terbatasnya pasokan air untuk lahan pertanian.
Kondisi tersebut membuat para petani harus melakukan penjagaan ekstra ketat guna melindungi tanaman dari ancaman gagal panen. Sejumlah komoditas hortikultura seperti jagung, kacang tanah, timun, dan kacang panjang dilaporkan menjadi sasaran utama serangan hama monyet.
Salah seorang petani Beurawang Fikar mengatakan populasi monyet liar yang terus meningkat kini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha tani masyarakat. Akibat intensitas serangan hama yang tak terkendali para petani kerap mengalami kerugian materiil dalam skala besar.
“Serangan monyet ini membuat kami sering rugi besar. Kalau kondisi begini terus, petani jadi semakin malas membuka lahan pertanian baru karena modal habis dimakan hama,” ujarnya Senin 25 Mei 2026.
Menurut Fikar, saat tanaman mulai berbuah dan mendekati masa panen, petani terpaksa berjaga dari pagi hingga sore hari untuk mengusir kawanan monyet yang masuk ke kebun. Ia menilai pola penjagaan manual tersebut sangat menguras tenaga dan waktu tetapi menjadi satu-satunya cara untuk menyelamatkan hasil pertanian.
Persoalan pertanian di Beurawang juga diperparah dengan minimnya infrastruktur pengairan dan tingginya harga pupuk di pasaran. Kondisi itu menyebabkan biaya produksi pertanian meningkat dan membebani petani yang selama ini mengandalkan modal swadaya.
Para petani berharap Pemerintah Kota Sabang melalui dinas terkait dapat memberikan solusi konkret terhadap persoalan hama serta membantu kebutuhan sarana produksi pertanian.
“Kami sangat mengharapkan bantuan pupuk dari pemerintah karena harga pupuk saat ini sangat mahal,” kata Fikar.
Petani juga berharap adanya perhatian terhadap pembangunan infrastruktur pengairan guna menjaga keberlanjutan produksi pangan di kawasan Beurawang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....