Perempuan Akar Rumput Jadi Garda Depan Perlindungan Anak dan Korban Kekerasan

  • 22 Mei 2026 06:29 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Komunitas Balee Inong Munawarah terus memperkuat peran perempuan di tingkat gampong dalam mendampingi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh.

Ketua Balee Inong Munawarah, Haslina, mengatakan komunitas tersebut lahir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat untuk memperluas jangkauan pendampingan bagi perempuan dan anak di wilayah Banda Raya yang memiliki 10 gampong.

“Karena kalau hanya satu Balai Inong agak susah menjangkau semua kasus. Maka dibentuk lagi Balee Inong Munawarah supaya perempuan dan anak di akar rumput lebih tercover,” kata Haslina dalam program dialog Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) Pro 1 RRI Banda Aceh, Selasa 19 Mei 2026.

Ia menjelaskan, Balee Inong Munawarah dibentuk pada 2007 melalui dukungan Dinas DP3AP2KB Kota Banda Aceh dan pemerintah kecamatan. Meski memiliki keterbatasan sarana dan anggaran, komunitas tersebut tetap aktif menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Haslina, salah satu program utama yang dijalankan adalah pos pelayanan terpadu perempuan dan anak. Balee Inong menjadi tempat pertama masyarakat melapor ketika terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, hingga berbagai persoalan sosial yang melibatkan anak.

“Kalau ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, biasanya masyarakat datang dulu ke Balai Inong. Kami dampingi korban sampai dirujuk ke UPTD PPA atau Puspaga,” ujarnya.

Haslina mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan masyarakat masih cukup tinggi dan cenderung meningkat. Karena itu, pendekatan persuasif kepada korban terus dilakukan agar mereka berani terbuka dan tidak menganggap persoalan tersebut sebagai aib.

“Kalau ada kekerasan jangan ditutup-tutupi. Itu bukan aib. Korban harus dilindungi dan didampingi,” katanya.

Selain mendampingi korban, Balee Inong Munawarah juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya narkoba, dampak penggunaan gadget secara berlebihan, stunting, hingga persoalan anak putus sekolah.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, komunitas ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan peduli terhadap perempuan serta anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....