Psikolog Ungkap Tanda Anak Nyaman di Lingkungan Sekolah

  • 15 Mei 2026 14:25 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Orang tua perlu memahami tanda-tanda anak merasa nyaman dan aman di lingkungan sekolah maupun tempat penitipan anak. Rasa nyaman tersebut dinilai sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi, kepercayaan diri, serta kemampuan sosial anak.

Dosen Psikologi dari Universitas Muhammadiyah Aceh sekaligus Psikolog Puspaga Kota Banda Aceh, Hanna Amalia, mengatakan anak yang merasa aman di lingkungan sekolah umumnya menunjukkan perubahan perilaku positif dalam kesehariannya.

“Kalau misalnya kita sudah melihat anak kita merasa aman, biasanya dia pulang sekolah dengan ceria, banyak cerita tentang lingkungan sekolahnya, tentang teman-temannya dan gurunya,” kata Hanna Amalia dalam Dialog Perempuan dan Anak RRI Banda Aceh, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Hanna, anak yang nyaman di sekolah juga cenderung lebih mudah beradaptasi ketika berpisah dengan orang tua saat diantar ke sekolah. Proses adaptasi berlangsung lebih cepat tanpa penolakan berlebihan.

“Ketika dipisah saat diantar orang tuanya tidak banyak dramanya. Proses adaptasinya cepat, pola makan dan pola tidurnya juga stabil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lingkungan yang aman dan suportif membantu anak membangun rasa percaya diri, keberanian untuk bereksplorasi, serta kemampuan mengekspresikan emosi secara sehat.

Sebaliknya, jika anak merasa tidak aman di lingkungan sekolah, orang tua perlu mewaspadai perubahan perilaku tertentu. Misalnya anak mendadak menjadi pemurung, mudah takut, lebih sensitif, mudah marah, atau bahkan menolak pergi ke sekolah.

“Kalau terjadi perubahan-perubahan perilaku yang tidak semestinya, nah itu kita harus waspada sebagai orang tua. Apakah memang ada sesuatu di lembaga pendidikannya ini,” katanya.

Hanna menambahkan, tanda kenyamanan juga tetap dapat dikenali pada anak dengan kepribadian introvert. Menurutnya, anak introvert bukan berarti tidak mau bercerita, melainkan membutuhkan waktu dan suasana yang tepat untuk membuka diri.

“Anak introvert itu bukan berarti dia tidak bisa bercerita. Cuma dia memilih kepada siapa dan di tempat yang mana dia merasa aman untuk bercerita,” ucapnya.

Karena itu, Hanna mengingatkan orang tua agar tidak memaksa anak langsung terbuka. Pendekatan secara perlahan dengan menciptakan rasa aman dan nyaman di rumah dinilai penting agar anak lebih mudah menyampaikan perasaan dan pengalaman yang dialaminya di sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....