Aparatur Desa Diminta Aktif Sosialisasikan Data DTSEN

  • 11 Mei 2026 10:50 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Badan Pusat Statistik Kota Sabang terus memperkuat pembangunan berbasis data melalui keberlanjutan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Hal itu disampaikan Wali Kota Sabang melalui sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Sabang, Drs. Kamaruddin, dalam kegiatan sosialisasi yang membahas penguatan data sosial ekonomi dan persiapan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Sabang.

Kamaruddin menyebutkan, program Desa Cantik merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya data hingga tingkat gampong. Menurutnya, gampong merupakan ujung tombak pembangunan sehingga ketersediaan data yang akurat sangat menentukan arah kebijakan pemerintah.

“Data yang akurat dari gampong bukan sekadar angka, tetapi cerminan kondisi nyata warga dan fondasi bagi setiap kebijakan yang tepat sasaran. Penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah diresmikan melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025," terang Drs. Kamaruddin, Senin 11 Mei 2026.

Tambahnya, DTSEN hadir sebagai solusi atas persoalan data sosial ekonomi yang selama ini kita nilai belum terpadu dan masih tumpang tindih di berbagai sektor. Hal ini sebut Kamaruddin, menjadi poin penting yang harus kita perhatikan.

Selain itu, DTSEN kini menjadi dasar kepesertaan Jaminan Kesehatan Aceh sesuai Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026. Kamaruddin menegaskan, akurasi data DTSEN sangat menentukan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Karena itu, ia meminta seluruh aparatur kota, kecamatan, hingga pemerintah gampong aktif melakukan pemutakhiran dan sosialisasi data kepada masyarakat.

"Kami juga mengimbau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan para keuchik agar mengikuti sosialisasi dengan serius serta menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Peran aktif aparatur menjadi kunci agar masyarakat yang layak menerima bantuan tidak terlewat akibat data yang tidak akurat," sebutnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kamaruddin menyebut sensus ekonomi merupakan potret menyeluruh kondisi ekonomi bangsa yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah, aparatur gampong, dan masyarakat Kota Sabang untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang jujur dan akurat demi mendukung pembangunan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....