Dunia Maya Menggeser Interaksi Nyata, Generasi Muda Diminta Lebih Bijak
- 13 Apr 2026 23:06 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Perkembangan teknologi digital yang pesat turut mengubah pola interaksi sosial masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Kini, berbagai aktivitas sehari-hari lebih sering dibagikan di media sosial dibandingkan dinikmati secara langsung.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog Cek Cerita Kamu RRI Banda Aceh, Rabu 8 April 2026. Ketua Korwil PII Wati Aceh, Haifa Ghalda, menilai fenomena ini dipicu oleh kebiasaan penggunaan gawai sejak usia dini.
Menurutnya, kurangnya interaksi dalam keluarga membuat sebagian anak mencari ruang untuk bercerita di dunia maya.
“Kalau kebutuhan emosional tidak terpenuhi di rumah, mereka akan mencarinya di media sosial. Itu yang membuat mereka butuh validasi dari netizen,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber lainnya, Salyatul Maulid, menyoroti munculnya fenomena akun ganda hingga akun ketiga sebagai bentuk pemisahan identitas di dunia maya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan adanya kecenderungan individu untuk menampilkan citra tertentu di ruang publik, sekaligus menyembunyikan sisi asli dirinya.
“Di akun utama mereka tampil estetik dan profesional, tapi di akun lain justru menunjukkan kehidupan sehari-hari yang berbeda. Ini menunjukkan adanya jarak antara dunia nyata dan dunia maya,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga privasi, karena tidak semua hal perlu dibagikan ke publik, meskipun hanya kepada lingkaran pertemanan terbatas.
Keduanya mengimbau generasi muda untuk mampu menyeimbangkan kehidupan digital dan dunia nyata, serta tidak menjadikan media sosial sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan.
“Dunia nyata itu lebih menyenangkan. Media sosial cukup jadi tempat berbagi, bukan tempat menggantungkan hidup,” tutup Haifa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....