Wisata Membludak, Sampah di KM 0 Sabang Jadi Sorotan
- 27 Mar 2026 13:51 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID– Lonjakan drastis kunjungan wisatawan ke kawasan Tugu Kilometer Nol Sabang pada momentum Idulfitri 1447 Hijriah kini menyisakan rapor merah terkait pengelolaan lingkungan. Meski penerimaan retribusi meroket tajam seiring kehadiran puluhan ribu pelancong kondisi kebersihan di ikon pariwisata nasional tersebut justru dinilai memprihatinkan dan jauh dari kata layak.
Kritik tajam datang dari Ketua Komisi IV DPRK Sabang Muhammad Ridwan yang menyoroti ketimpangan antara keuntungan finansial dan pemeliharaan fasilitas. Ia menegaskan sampah yang berserakan di tengah kerumunan wisatawan menunjukkan kegagalan sistematis dalam pengelolaan kawasan wisata unggulan tersebut.
Data menunjukkan arus wisatawan lokal mendominasi kunjungan dengan tarif retribusi masuk sebesar Rp15 ribu per orang. Sementara itu wisatawan mancanegara dikenakan tarif mencapai Rp100 ribu per orang untuk menikmati kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kilometer Nol. Sampah terlihat berserakan di sejumlah titik, terutama saat lonjakan pengunjung. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan besarnya penerimaan yang masuk dari sektor wisata.
“Pendapatan dari tiket masuk cukup besar apalagi pada momen libur Lebaran seperti ini. tapi kondisi kebersihan disana belum maksimal masih banyak sampah yang terlihat di kawasan wisata” ujar Ridwan dengan nada kecewa, Kamis 26 Maret 2026.
Ridwan secara tegas mengkritisi peran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) selaku otoritas pengelola kawasan. Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini memperingatkan pengelola agar tidak sekadar berfokus pada penarikan retribusi tanpa bertanggung jawab terhadap kenyamanan serta kelestarian lingkungan.
“BKSDA jangan hanya ambil untung saja. Sampah harus ditangani serius. Ini masalah lama jangan tunggu viral baru bergerak” tegas Ridwan.
Ridwan menilai, kondisi ini menunjukkan belum adanya sistem pengelolaan yang benar-benar siap menghadapi lonjakan wisatawan padahal momen seperti Lebaran terjadi setiap tahun. Dirinya juga menyebut Sebagai ikon pariwisata Indonesia kawasan Kilometer Nol seharusnya mendapatkan standar perawatan yang lebih tinggi guna menjaga citra daerah.
Ridwan mendorong agar mekanisme pengelolaan retribusi segera dievaluasi. Ia menekankan bahwa dana yang dihimpun dari wisatawan seharusnya dialokasikan kembali secara transparan untuk perbaikan fasilitas dan penguatan sistem kebersihan bukan sekadar menjadi catatan angka pendapatan semata.
"Jika kondisi seperti ini terus berulang, dikhawatirkan citra wisata Sabang justru akan terganggu meski jumlah pengunjung terus meningkat setiap musim libur," tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, reporter RRI belum berhasil memperoleh keterangan resmi dari pihak BKSDA terkait kondisi kebersihan di kawasan Tugu Kilometer Nol tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....