Hilal di Ujung Barat, Sabang Berperan Tentukan Awal Syawal

  • 19 Mar 2026 16:05 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang: Kota Sabang diperkirakan akan menjadi salah satu titik penentu dalam penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 di Indonesia. Posisinya sebagai wilayah paling barat membuat Sabang memiliki peluang lebih awal dalam mengamati hilal.

Berdasarkan data astronomi, posisi hilal di Sabang berada pada ketinggian sekitar 3 derajat dengan elongasi sekitar 5,2 derajat saat waktu pengamatan. Kondisi ini berada di batas minimal ketinggian, namun belum memenuhi standar elongasi yang ditetapkan.

Ketua BKPRMI Sabang, Albina Arrahman, mengatakan pihaknya bersama masyarakat menyambut momen rukyat hilal dengan penuh antusias. Ia menyebut Sabang memiliki peran penting setiap tahunnya dalam proses penentuan awal bulan Hijriah.

“Sabang selalu menjadi perhatian karena letaknya paling barat. Masyarakat juga cukup antusias untuk ikut menyaksikan proses pengamatan hilal,” kata Albina, Rabu 18 Maret 2026

Ia menjelaskan, pemerintah menggunakan kriteria imkan rukyat yang mengacu pada kesepakatan negara-negara MABIMS, dengan batas minimal ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

“Kalau melihat data yang ada, ketinggian hilal sudah memenuhi. Tapi elongasinya masih di bawah ketentuan, sehingga peluang terlihat masih kecil,” ujarnya.

Pengamatan hilal sendiri dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, di kawasan titik Kilometer Nol Sabang. Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kota Sabang bersama tim terkait.

Sementara itu, warga Sabang mulai menunjukkan minat untuk menyaksikan langsung proses rukyat di lokasi yang telah ditentukan. Beberapa di antaranya ingin mengetahui secara langsung bagaimana proses penentuan awal Syawal dilakukan.

Salah seorang warga, Rahmad, mengaku tertarik mengikuti pengamatan hilal karena selama ini hanya mengetahui hasil akhirnya.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana proses rukyat dilakukan. Ini jadi pengalaman baru,” katanya.

Jika mengacu pada metode pemerintah, terdapat kemungkinan hilal belum memenuhi kriteria sehingga bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal.

Dengan demikian, Hari Raya Idulfitri berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah berdasarkan laporan rukyat dari berbagai daerah, termasuk Sabang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....