BMKG Peringatkan Potensi Karhutla, 140 Titik Panas Muncul di Aceh
- 08 Mar 2026 16:11 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh, mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan ini disampaikan terkait munculnya 140 titik panas hari ini di Aceh.
Lebih dari seratusan titik panas di Aceh tersebut berada di zona hijau, kuning dan merah. Berdasarkan hasil pantauan Sensor MODIS Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS yang dilakukan tanggal 7 Maret 2026 pukul 00.00 WIB s.d 23.00 WIB.
Plt Kepala BMKG Aceh, Anang Arianto dalam laporan resmi yang diterima RRI, Minggu (8 Maret 2026). Ia menjelaskan prediksi hotspot di Aceh harus diwaspadai oleh masyarakat. Terdapat peningkatan potensi karhutla dari Sabtu (7 Maret 2026) sebanyak 52 titik, hingga Minggu (8 Maret 2026) terjadi peningkatan menjadi 140 titik panas.
“Wilayah Aceh Selatan mendominasi titik panas di Aceh dengan sebaran 25 titik. Terdapat 16 titik panas lainnya masing-masing di Nagan Raya, Aceh Singkil dan Aceh Timur. 2 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (zona merah) di wilayah Nagan Raya dan Aceh Timur,” ungkap Anang Arianto, Minggu (8 Maret 2026).
Selain itu, Anang menambahkan, terdapat belasan titik panas lainnya di yang tersebar di Aceh Utara, Aceh Tenggara dan Aceh Tengah. Terdapat juga beberapa titik panas di Subulussalam, Aceh Tamiang, Aceh Besar, Aceh Jaya, Gayo Lues, Pidie, Aceh Besar, Bireun, Bener Meriah dan Lhokseumawe.
Menurutnya, tingkat kepercayaan hotspot berada pada 3 level, zona hijau (rendah), zona kuning (sedang atau siaga) dan zona merah (tinggi). Jika titik panas yang muncul sudah berwarna merah (sangat tinggi/tinggi), menandakan potensi kebakaran bahaya atau cukup tinggi. Anang menjelaskan, perkirakan titik panas berwarna merah sudah berupa titik api.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta berhati-hati dalam penggunaan api, hindari membuang puntung rokok dan hindari membakar sampah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Aceh,” jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....