Pakar: Likuifaksi Terjadi saat Tanah Kehilangan Daya Dukung akibat Gempa
- 08 Mar 2026 00:27 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Fenomena likuifaksi merupakan salah satu dampak serius dari gempa bumi yang dapat menyebabkan tanah kehilangan kekuatannya sehingga berperilaku seperti cairan. Kondisi ini berpotensi merusak bangunan yang berdiri di atasnya.
Dosen Program Studi Teknik Geologi Universitas Syiah Kuala, Dr. Ir. Bambang Setiawan, ST, M.Eng.Sc, mengatakan likuifaksi umumnya terjadi pada tanah berbutir seperti pasir yang jenuh air. Saat gempa terjadi, tekanan air pori di dalam tanah meningkat sehingga butiran tanah kehilangan kontak satu sama lain.
“Akibatnya, tanah yang semula padat berubah perilakunya seperti cairan. Dalam kondisi itu bangunan di atasnya kehilangan daya dukung sehingga bisa miring bahkan roboh,” kata Bambang dalam Dialog Tanggap Bencana RRI Banda Aceh, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menjelaskan, likuifaksi biasanya dipicu gempa dengan magnitudo minimal sekitar 5 skala Richter. Namun, dalam banyak penelitian, gempa bermagnitudo 7,5 kerap dijadikan acuan dalam analisis risiko.
Menurut Bambang, beberapa wilayah di Aceh memiliki potensi kerentanan terhadap likuifaksi karena kondisi geologi dan kedekatannya dengan sumber gempa. Di antaranya Kota Banda Aceh, Lhokseumawe, serta sejumlah wilayah pesisir di pantai barat Aceh.
“Kawasan pesisir umumnya tersusun oleh endapan muda dan memiliki muka air tanah dangkal. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi likuifaksi,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa kerentanan tersebut bukan berarti bencana pasti terjadi. Kerentanan hanya menunjukkan potensi yang perlu diwaspadai dalam perencanaan pembangunan.
Bambang menambahkan, studi geologi modern dapat digunakan untuk memetakan zona rawan likuifaksi sebelum bencana terjadi. Metode yang umum digunakan antara lain pengujian tanah melalui pemboran, sondir, hingga metode geofisika untuk mengetahui karakteristik lapisan tanah.
Ia mengimbau pemerintah dan masyarakat mempertimbangkan aspek geologi dan potensi bencana dalam perencanaan pembangunan agar risiko kerusakan dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....