DPRK Sabang Tawarkan Pelabuhan CT BPKS sebagai Dermaga Rutin Kapal Induk Giuseppe

  • 27 Feb 2026 00:44 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang- DPRK Sabang menawarkan Pelabuhan CT milik BPKS sebagai opsi dermaga sandar rutin kapal induk Giuseppe Garibaldi yang direncanakan akan dioperasikan TNI Angkatan Laut.

Wakil Ketua DPRK Sabang H. Albina Arrahman mengatakan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendukung operasional kapal induk berbobot sekitar 13 ribu ton tersebut. Menurutnya, pengoperasian kapal induk tidak hanya menyangkut alat utama sistem persenjataan (alutsista) tetapi juga kesiapan dermaga dan kedalaman perairan, suplai logistic serta dukungan bagi ratusan personel.

“Teluk Sabang memiliki kedalaman laut yang aman untuk kapal besar. Selain itu, posisi Sabang berada di pintu gerbang barat Indonesia dan jalur strategis Selat Malaka, ini menjadi keunggulan tersendiri,” ujar Albina, Kamis 26 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kapal induk tersebut diperkirakan membawa lebih dari 500 kru inti, belum termasuk kru penerbangan dan sistem aviasi. Setiap kali bersandar, kapal membutuhkan dukungan logistik dalam skala besar dan berkelanjutan.

Menurut Albina, jika Sabang dipilih sebagai titik sandar rutin, dampaknya tidak hanya pada aspek pertahanan tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kebutuhan bahan bakar, suplai logistik, perawatan, hingga akomodasi dinilai dapat menggerakkan sektor usaha lokal.

“UMKM, penyedia jasa, perhotelan, hingga sektor distribusi logistik tentu akan terdampak positif jika sandar dilakukan secara rutin,” katanya.

Ia menambahkan, langkah strategis perlu dipersiapkan sejak dini, mulai dari peningkatan fasilitas pelabuhan, penguatan konektivitas distribusi, hingga kesiapan sumber daya manusia.

Secara nasional, rencana akuisisi kapal induk ini menjadi bagian dari transformasi TNI AL menuju kekuatan laut yang mampu beroperasi lintas samudra. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, sebelumnya menargetkan kapal tersebut dapat masuk jajaran armada sebelum HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.

Proses pengadaan dilakukan melalui skema hibah pemerintah ke pemerintah (G2G) antara Indonesia dan Italia. Meski berstatus hibah, pemerintah tetap menyiapkan anggaran untuk penyesuaian sistem agar sesuai dengan kebutuhan operasional TNI AL.

Albina sendiri memiliki latar belakang akademik di bidang arsitektur dan penataan kota. Ia merupakan alumni Universitas Syiah Kuala dengan keilmuan arsitektur, pernah menjabat sebagai Presidium Nasional Mahasiswa Arsitektur Indonesia pada 2006, serta menyelesaikan pendidikan Magister (S2) di bidang manajemen perkotaan. Ia juga pernah menjadi Ketua Umum IPPEMAS periode 2004 - 2006.

Dengan latar belakang tersebut, Albina menilai kesiapan infrastruktur pelabuhan harus dilihat tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dalam konteks perencanaan tata ruang dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

“Jika Sabang siap secara infrastruktur dan tata kelola, kita harus berani menawarkan diri. Ini bukan hanya soal kapal perang, tetapi juga masa depan ekonomi dan posisi strategis Sabang dalam sistem pertahanan nasional,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....