Musim Kemarau, Waspada Kebakaran Hutan Lahan Di Aceh

  • 26 Jan 2026 18:00 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh kembali mendeteksi sebanyak 161 titik panas dengan zona hijau, kuning dan merah di Aceh. Berdasarkan hasil pantauan Sensor MODIS Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS yang dilakukan tanggal 25 Januari 2026 pukul 00.00 WIB s.d 23.00 WIB.

Prakirawan BMKG Aceh, Nasyitah Azaahra Lubis, menjelaskan prediksi hotspot di Aceh harus diwaspadai oleh masyarakat. Bahkan terdapat 12 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (warna merah) yang tersebar di Aceh Barat, 2 titik di Aceh Jaya dan 1 titik di Aceh Selatan. Menurutnya, perkirakan titik panas berwarna merah sudah berupa titik api.

“Titik panas terus meningkat dalam beberapa hari ini di Aceh, jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang berjumlah 110 hingga 125 titik panas. Bahkan titik panas dengan kepercayaan tinggi (titik api) juga menunjukkan peningkatan, terlebih di kawasan Aceh Barat dan sekitarnya,” ucap Nasyitah, Senin (26/1/2026).

Baca juga: BMKG Deteksi 121 Titik Panas di Aceh

Nasyitah juga menjelaskan, Kabupaten Aceh Barat mendominasi titik panas yang ada di wilayah Aceh, terdapat 71 titik hotspot terdeteksi diwilayah tersebut, disusul wilayah Aceh Selatan sebanyak 27 titik. Selain itu, tersebar juga puluhan titik panas lainnya di wilayah Aceh jaya, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Aceh Singkil, Nagan Raya, Gayo lues, Subulussalam, Bener Meriah, Lhikseumawe, Aceh Besar dan Aceh Utara.

“Jika kita melihat data dari beberapa tahun sebelumnya, bulan januari merupakan peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebkaran hutan dan lahan di Aceh,” ungkapnya.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Diperlukan kewaspadaan bagi masyarakat untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta berhati-hati dalam penggunaan api, hindari membuang puntung rokok dan hindari membakar sampah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Aceh,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....