BMKG: Puluhan Titik Panas Terdeteksi, Aceh Selatan Paling Banyak

  • 04 Jun 2026 14:55 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh kembali mendeteksi 66 titik panas di Aceh dengan kategori sedang hingga tinggi. Hotspot atau titik panas tersebut di dominasi di Kabupaten Aceh Selatan

Prakirawan BMKG, Muhammad Niza Andria, mengatakan, hasil pantauan Sensor MODIS Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS yang dilakukan hingga 4 Juni 2026, puluhan titik panas lainnya juga diprediksi menyebar di wilayah Aceh. Masyarakat diperingatan untuk menghindari potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

“Ada 24 titik panas yang terdeteksi, yang didominasi di Aceh Selatan. Terdapat juga 22 titik panas Kabupaten Nagan Raya, dengan 3 titik terdeteksi berada pada tingkat kepercaayaan tinggi atau titik api di daerah tersebut,” ungkap Niza, Kamis 4 Juni 2026.

Ia menambahkan, terdapat 10 titik panas di Subulussalam dan 3 titik di Aceh Singkil. Selain itu beberapa hotspot juga menyebar masing-masing 1 titik lainnya berada di Aceh Barat, Aceh Barat Daya dan Aceh Tenggara.

Menurutnya, tingkat kepercayaan hotspot berada pada 3 level, zona hijau (rendah), zona kuning (sedang atau siaga) dan zona merah (tinggi). Jika titik panas yang muncul sudah berwarna merah (sangat tinggi/tinggi), menandakan potensi kebakaran bahaya atau cukup tinggi.

“Perkirakan titik panas berwarna merah sudah berupa titik api. Dalam 24 jam terakhir, terdapat 3 titik api yang terdeteksi berada di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Selatan,” tambahnya.

Memasuki musim kemarau, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Diperlukan kewaspadaan bagi masyarakat untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta berhati-hati dalam penggunaan api, hindari membuang puntung rokok dan hindari membakar sampah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Aceh,” jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....