Menjaga Lisan, Menghindari Perpecahan

  • 20 Mar 2026 17:08 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID – Sabang : Allah berfirman dalam Surat Kahf ayat 18 yang artinya “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. Ayat ini menegaskan bahawa segala ucapan manusia akan dicatat oleh malaikat, baik itu ucapan yang membawa manfaat ataupun yang mendatangkan mudharat.

Potongan ayat tersebut disampaikan Tgk. Muhammad Ikhsan, S.E dalam program Kalam Ramadan RRI Sabang. “Oleh karena itu seorang muslim harus senantiasa berfikir sebelum berbicara agar setiap perkataannya bernilai positif di sisi Allah SWT. Lisan adalah salah satu anugerah besar yang Allah berikan kepada umat manusia, melalui lisan manusia dapat berkomunikasi, menyampaikan informasi dan mengekspresikan perasaan, namun dibalik itu semua lisan juga bisa menjadi sumber kebaikan ataupun keburukan tergantung bagaimana cara kita menjaganya,” jelasnya Rabu 18 Maret 2026.

Dalam Islam menjaga lisan merupakan hal yang sangat ditekankan, dalam buku Bahaya Lisan dikatakan bahwa lisan meliliki potensi besar untuk menjerumuskan seseorang kedalam kebinasaan, sebaliknya ia juga penentu kemuliaan atau keimanan seseorang. Dalam sebuah hadist juga dikatakan “Peliharalah lidahmu, hati-hati dalam berbicara”, karena seseorang selamat dan tidaknya itu tergantung bagaimana ia menjaga lisannya.

Ia juga menuturkan Allah SWT mengingatkan manusia untuk selalu berhati-hati dalam berbicara karena setiap perkataan akan dipertanggung jawabkan, selain itu Allah juga memerintahkan kita sebagai orang-orang yang beriman untuk berkata yang jujur juga baik, sebagaimana firman Allah SWT surah Al Ahzab ayat 70=71 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni segala dosa-dosamu”.

Perkataan yang baik tidak hanya membawa kebaikan bagi orang lain tetapi juga menjadi sarana bagi diri sendiri untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Dalam hadis nabi juga pernah mengatakan yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim yang artinya “Barangsiapa yang beriman kepada Allah ta’ala dan hari akhir maka hendaklah dia berkata yang baik ataupun hendaklah dia diam”. Hadis ini menjadi pedoman dalam berbicara, seorang muslim diperbolehkan berbicara jika perkataannya membawa kebaikan dan jika ragu lebih baik diam saja.

“Jangan sampai perkataan yang keluar dari lisan kita bisa menyakiti hati orang lain sehingga menyebabkan perpecahan, zaman sekarang menjaga lisan bukan hanya menjaga tutur kata tetapi juga menjaga ketikan jari-jari kita untuk berkomentar di media sosial, banyak orang yang tidak paham dengan berbagai hal tapi berkomentar seenaknya sehingga mengundang perpecahan. Lisan juga bisa menjadi penyebab utama seseorang bisa masuk ke dalam neraka,” tambah Tgk. Ikhsan.

Lisan ibarat pisau bermata dua, di satu sisi dapat digunakan untuk menyebarkan kebaikan, ilmu dan manfaat bagi sesama. Namun disisi lain juga menyakiti orang lain. Oleh karena itu Islam senantiasa mengajak umatnya untuk menjaga adab dalam berbicara, hal ini mencakup berkata dengan lemah lembut, tidak menyakiti orang lain dan meghindari pembicaraan yang sia-sia. Dengan menjaga lisan maka seorang muslim dapat menjaga hubungan baik pada sesama juga mendapatkan keridhaan Allah SWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....