Menjemput Harapan Pintu Taubat

  • 15 Mar 2026 14:12 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Setiap manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Dalam perjalanan hidup, tak jarang seseorang merasa telah melangkah terlalu jauh hingga terperosok ke dalam lubang dosa. Namun, islam mengajarkan bahwa seberat-beratnya dosa masa lalu, pintu taubat selalu terbuka bagi mereka yang bersungguh-sungguh.

Penata Layanan Operasional Dinas Syariat Islam Provinsi Ace, Zulkifli, S.Fil.I, mengatakan, meskipun kita merasa dosa sudah sangat banyak, selalu ada harapan untuk Kembali kepada Allah. “Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, peluang untuk Kembali kepada Allah sangat besar,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 4 Banda Aceh, Jumat 20 Februari 2026.

Dalam Surat Az Zumar Ayat 53, Allah mengatakan, “Katakanlah (Muhammad), Wahai Hamba-hamba Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” Ayat ini merupakan ujaran kasih sayang untuk tidak berputus asa dari ampunan-Nya.

Namun, berbeda dengan dosa langsung kepada Allah yang bisa selesai dengan taubat nasuha, dosa kepada manusia harus dengan meminta maaf dan mendapatkan keridhaan dari orang yang kita sakiti. Jika orang tersebut sudah meninggal dunia, kita dianjurkan untuk mendatangi ahli warisnya dan menyelesaikan urusan materi jika ada.

Untuk kemabli bangkit setelah terjerumus dalam dosa, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memaafkan diri sendiri, agar berhenti terbelenggu oleh masa lalu dan bisa fokus pada perubahan diri (hijrah). Kemudian rutin beristighfar, agar permohonan ampun menjadi bagian sehari-hari. Lalu melakukan amal Kebajikan, mengganti kebiasaan buruk dengan hal-hal positif. Ibarat pisau berkarat, jika terus digunakan untuk kebaikan, perlahan karat (dosa) di hati akan hilang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....