Ramadan, Bulan Penuh Rahmah dan Ampunan
- 21 Feb 2026 16:00 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Bulan Ramadan merupakan bulan yang paling istimewa dan sangat ditunggu kehadirannya oleh umat muslim. Bulan Ramadan dikenal dengan bulan syahrur rahmah atau bulan penuh kasih sayang dan keberkahan, dimana Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya dengan luas kepada seluruh hamba-Nya.
Tgk. Bardi Akarta selaku Pimpinan Dayah Istiqamatuddin Kota Sabang menyebutkan, bulan Ramadan sangat banyak hal-hal yang diberikan oleh Allah SWT yang tidak didapatkan di bulan-bulan lain, apalagi dalam bulan Ramadan terdapat bulan rahmat yaitu bulan kasih sayang. “Antara kita dengan Allah adalakanya kita mendapatkan rahmat (kasih sayang) dan adakalanya kita mendapatkan laknat ( jauh daripada kasih sayang Allah) dari Allah SWT, sebutnya dalam Program Dialog Ramadan bersama RRI Sabang, Sabtu 21 Februari 2026.
Lebih lanjut ia mengatakan bulan Ramadan adalah bulan dimana Allah SWT menurunkan berbagai kebaikan yang bermanfaat bagi hamba-Nya. Allah SWT memberikan kita kesempatan yang penuh dengan dosa, kekurangan, kita bakar dosa-dosa dan kemalasan kita untuk berubudiyah kepada Allah SWT, “Begitu juga bulan Ramadan dikatakan bulan rahmat atau kasih sayang, perbuatan mubah (tidak mendapat pahala dan dosa) dihitung sebagai pahala sunat, pahala sunat dihitung sebagai pahala wajib dihitung berganda-ganda, pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup oleh Allah SWT, inilah bentuk kasih sayang Allah kepada kita”, tambahnya.
Bulan Ramadan sebagai bulan rahmat bagi kesehatan, saat berpuasa tubuh dapat istirahat dari proses pencernaan yang berlangsung sepanjang hari, dengan berpuasa tubuh akan memulihkan dan membersihkan tubuh secara alam, dan tubuh akan mengunakan cadangan energi sehingga metabolisme tubuh akan lebih teratur. Puasa juga dapat mengontrol gula darah, tekanan darah terutama dibarengi dengan makan sahur dan berbuka secara seimbang, dan inilah salah satu bentuk kasih sayang Allah melalui ibadah yang diwajibkan ternyata membawa kebaikan kesehatan bagi tubuh kita.
Melalui puasa, Allah SWT menginginkan kita mengenali pribadi kita dan penciptnya, Allah ingin rohani kita kembali ke titik noln yang kita dapatkan memelui berpuasa. “Teruslah kita menjaga nilai-nilai puasa dari nilai lahir dan batin untuk menjaga pahala puasa tersebut sampai puasa kita yang pernah di gambarkan oleh Rasulullah SAW puasa awam, dimana kita hanya menahan lapar dan haus saja, sementara nilai pahala tidak terjaga”, tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....