Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari

  • 15 Feb 2026 13:56 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Wakil Ketua Pusat Studi Falak UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Riza Afrian Mustaqim, S.H.I., M.H., memprediksi awal Ramadan 1447 Hijriah versi pemerintah berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Prediksi tersebut didasarkan pada posisi hilal saat rukyat 29 Syakban yang masih berada di bawah ufuk.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil hisab, ijtimak terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 19.01 WIB. Saat matahari terbenam di hari yang sama, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih bernilai minus sehingga mustahil untuk terlihat.

“Secanggih apa pun alat yang digunakan, hilal yang masih berada di bawah ufuk tidak mungkin dapat diidentifikasi,” ujarnya dalam Dialog Kajian Islam RRI Banda Aceh, Jumat, 13 Februari 2026. Karena itu, bulan Syakban diperkirakan disempurnakan menjadi 30 hari.

Menurut Riza, pemerintah bersama Nahdlatul Ulama menggunakan kriteria imkan rukyat MABIMS terbaru. Kriteria tersebut mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat agar dapat dinyatakan terlihat.

Ia menegaskan, keputusan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama. Namun secara perhitungan hisab, posisi hilal pada 17 Februari 2026 belum memenuhi kriteria visibilitas.

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal. Dalam metode tersebut, awal bulan Hijriah ditetapkan apabila kriteria global terpenuhi di wilayah mana pun di dunia.

Riza menyebutkan, untuk Ramadan 1447 Hijriah, kriteria global tersebut terpenuhi di wilayah Alaska. Karena itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Menurutnya, perbedaan penetapan awal Ramadan bukan persoalan benar atau salah, melainkan perbedaan metode dan interpretasi terhadap hadis rukyat serta batas keberlakuan hilal.

“Ini merupakan persoalan ijtihad yang sejak lama hadir dalam khazanah fikih Islam,” katanya. Ia mengajak masyarakat untuk menyikapi perbedaan tersebut secara ilmiah, bijak, dan proporsional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....