Meraih Keberkahan Puasa Sunnah Setelah Ramadan

  • 02 Apr 2025 18:51 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Puasa sunnah merupakan puasa yang tidak wajib tapi dianjurkan dalam agama Islam karena mendapatkan pahala dan keutamaannya. Ada beberapa jenis puasa yang dianjurkan setelah berakhirnya bulan Ramadan untuk meningkatkan dan menjaga semangat beribadah dan menambah pahala.

Salah satu esensial Ramadan yang paling utama adalah puasa dan puasa ini juga ada penerapannya diluar bulan Ramadan. Puasa didalam bulan Ramadan maka puasa derajatnya adalah wajib (fardhu), namun ketika di luar bulan Ramadan ada puasa sunnah yang derajatnya tidak kalah pentingnya dengan puasa fardhu, hal ini diungkapkan oleh Tgk. Salahuddin, S.Pd, narasumber dari Dinas Syariat Islam (DSI) kepada RRI dalam program Dialog Ramadan dengan tema “ Mengaplikasikan amal Ramadan setelah Ramadan”, Rabu (26/3/2025).

Puasa sunnah di luar puasa bulan Ramadan terbagi atas tiga jenis yaitu:

· Puasa yang bersifat tahunan meliputi puasa enam hari di bulan Syawal, puasa Arafah serta puasa Muharram (Asyura). Kesemua puasa ini memiliki pahala dan fadhillah yang besar.

· Puasa yang bersifat bulanan meliputi puasa Ayyamul Baid atau yang lebih dikenal dengan puasa dihari terang atau hari-hari putih. Ayyamul Baid dilakukan pada tanggal 13,14,15 dan fadhillah nya seperti puasa sepanjang tahun, sama hal nya dengan puasa pada enam hari di bulan Syawal.

· Puasa yang bersifat harian meliputi puasa Senin dan Kamis dan puasa nabi Daud. Puasa harian Senin-Kamis sering dilakukan oleh Rasullulah SAW pada hari-hari ini karena perbuatan diangkat kepada Allah SWT pada hari tersebut. Kemudian puasa Nabi Daud, puasa ini adalah puasa yang sangat dicintai Allah SWT yang dilakukan oleh Nabi Daud (puasa sehari dan berbuka sehari).

Puasa sunnah hukumnya tidak wajib, akan tetapi bila dikerjakan mempunyai keutamaan seperti mendapatkan pahala, menghapus dosa serta meneladani Rasulullah SAW. Puasa sunnah di bulan Syawal hukum nya sunnah muakad yaitu puasa sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW dan memiliki keutamaan yang besar.

Puasa sunnah di bulan Syawal merupakan kesempatan untuk meningkatkan amalan ibadah setelah Ramadan. Agar semua amalan yang kita kerjakan di bulan Ramadan dapat teraplikasikan kedepannya dan menjadi orang-orang yang selalu istiqamah dan bertqwa kepada Allah SWT, tutup Tgk. Salahuddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....