Ramadan, Momentum Meraih Kemenangan Hakiki

  • 20 Mar 2025 15:22 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Ramadan adalah sebuah anugerah terindah yang diberikan oleh sang pencipta kepada hambanya yang memahami dan mendalami hakikat keimanan. Kaum muslimin akan senantiasa menjalani hal yang diperintahkan yang maha kuasa.

Sehingga akan menemukan jalan terindah dan terbaik di dalam meniti kehidupan di dunia ini dan kehidupan di akhirat kelak. Allah menjadikan satu bulan spesial diantara setahun dalam perjalanan hidup ini, ialah disediakan bulan suci Ramadan. Sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, menjadi lembaga pendidikan bagi jasmaniah dan rohaniah.

Tgk. Irsalullah narasumber dari Dinas Syariat Islam (DSI) dan juga sebagai Pimpinan Pesantren Almujaddid Kota Sabang, dalam program Kalam Ramadan RRI Sabang menjelaskan mendalami makna kemenangan Ramadan sama halnya dengan menjalani berbagai tahapan saat hendak meraih hal yang diimpikan.

”Bagaimana kita memaknai kemenangan di dalam bulan suci Ramadan ini, kemenangan yang dimaksud adalah menjadikan kita hamba yang kembali kepada fitri, setelah sekian lama kita berkegiatan, kemudian mungkin kita terlalaikan dengan banyak hal, terlena dengan kehidupan duniawi belaka, maka di bulan suci Ramadan ini berupaya Allah alihkan menuju kepada sisi spritualitas, sisi keagamaan sehingga kita tidak terlena,” kata Tgk. Irsalullah, Rabu (12/3/2025).

Kemenangan yang hakiki ialah kemenangan yang diinginkan oleh Allah SWT. Kemenangan yang akan merubah citra diri sebagai hamba biasa, menjadi hamba yang luar biasa disisi Allah, tercatat sebagai hamba yang bertaqwa dan muttaqin.

Hamba yang muttaqin ialah hamba yang selalu takut kepada Allah, takut melanggar aturan Allah, khawatir jika tidak mampu menyempurnakan amalan-amalan yang dicintai oleh Allah, takut tidak bisa melaksanakan Ramadan dengan sempurna, takut tidak bisa melaksanakan fadhillah Ramadan, takut Ramadan ini tidak bisa bersedekah lebih baik lagi.

Maka ketakutan-ketakutan dan kekhawatiran ini akan lebih mendekatkan kepada Allah SWT, yang nantinya akan mendapat gelar muttaqin di malam akhir bulan suci Ramadan.

Tgk. Irsalullah menambahkan Implementasi daripada hakekat kemuttaqinannya ada diluar bulan suci Ramadan, di dalam bulan syawal sampai bertemu dengan bulan sya’ban yang akan datang. Jika ini bisa dipelihara maka amalan ibadah Ramadan akan tercatat muttaqin di sisi Allah SWT.

"Harapnya kita termasuk di dalam hamba-hambanya yang senantiasa dipelihara oleh Allah SWT," katanya.

Bersama orang-orang yang selalu dibimbing untuk terus mudawamah mulazamah (amalan yang dirutinkan) terhadap amalan di bulan Ramadan ini. Dan nantinya diizinkan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadan yang akan datang, bersama hamba-hamba yang muttaqin di hadapan Allah SWT.

Kiranya hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua muslim, agar senantiasa diberikan kekuatan untuk menyelesaikan bulan suci ini, menjadi bulan berkah nan indah bagi orang-orang yang muttaqin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....