Menjaga Aqidah Selama Berpuasa, Kunci Keimanan Sejati

  • 02 Mar 2025 22:11 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Aqidah merupakan keyakinan yang kuat dan kokoh dalam hati. Menjaga kemurnian aqidah adalah upaya mempertahan keyakinan yang murni yang sesuai dengan ajaran agama Islam tanpa ada penyimpangan seperti syirik dan lainnya.

Pada hakikatnya semua umat muslim yang melaksanakan puasa di bulan Ramadan, merupakan sebuah panggilan atau undangan dari Allah SWT bagi orang-orang yang beriman sebagai pondasi keimanan kepada sang Khalik, sehingga orang-orang yang melaksanakan puasa adalah orang yang terpanggil berdasarkan landasan iman. Nah iman merupakan landasan awal maka orang yang berpuasa harus memastikan bahwa iman yang ada didalam dirinya tidak pernah terlepas darinya sedetikpun yang menyebabkan orang tersebut hilang haknya dalam berpuasa.

Allah SWT mempunyai hak yang besar terhadap hambanya adalah ketika hambanya meng Esa kanNya dan tidak pernah menyekutukan Allah dengan sesuatau apapun, karena kesyirikan dan kemusyrikan merupakan dosa yang paling besar dan tidak akan pernah diampuni oleh Allah SWT, ini menunjukkan keyakinan terhadap Allah atau kemurnian aqidah tidak boleh luntur selama kita berpuasa di bulan Ramadan.

Tidaklah jarang orang yang berpuasa pada bulan Ramadan tidak sadar bahwa dirinya sudah terjatuh kepada kemusyrikan atau aqidahnya sudah melenceng dan menyimpang dari aqidah yang benar dan tidak patut pula mendapatkan ladang pahala yang besar yang dipersiapan oleh Allah SWT untuk orang tersebut. Hal ini dikatakan oleh Tgk. Firdaus, S.Ag.MA, salah satu anggota MPU Kota Sabang dalam Program Dialog Ramadan bersama RRI Sabang, Minggu (2/3/2025).

Lebih lanjut ia mengatakan dalam kehidupan kita sehari-hari baik dari perkataan, perbuatan, bahkan keyakinan kita tidak boleh ada satupun yang menyimpang atau termasuk dalam kekafiran. Karena kebanyakan anggapan orang tentang kekafiran adalah ketika seseorang itu keluar dari agama Islam, bahkan tanpa sadar maupun tak disadari dalam kehidupan sehari-hari membuatnya jatuh dalam kekafiran.

Orang-orang yang berpuasa selama bulan Ramadan melaksanakan ke tauhidan kepada Allah dilandasi oleh keyakinan yang kuat, menjauhkan ke maksiatan kepada Allah, melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhkan segala larangan Allah, maka orang tersebut akan dimasukkan ke syurga dengan tanpa azab dan siksa oleh Allah SWT. Oleh karena itu selama bulan suci Ramadan ini kita dituntut untuk menjaga semua perilaku kita dari hal-hal yang membuat kita jatuh dalam lembah-lembah kekafiran, tutup Tgk. Firdaus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....