Kemkomdigi Targetkan Indonesia Jadi Basis Investasi Digital ASEAN
- 06 Okt 2026 23:49 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan Indonesia bertransformasi dari sekadar pasar digital menjadi basis produksi, inovasi, dan investasi digital utama di Asia Tenggara. Target tersebut diperkuat dengan pembangunan infrastruktur digital, pengembangan pusat data dan komputasi awan, kecerdasan artifisial (AI), talenta digital, serta kepastian regulasi bagi investor.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria melalui Siaran Pers No. 203/HM-KKD/10/2026 mengatakan, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan. Hal itu disampaikan dalam 14th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta Selatan, Selasa 6 Oktober 2026.
“Indonesia siap beralih dari pasar digital besar menjadi basis produksi, inovasi, dan investasi digital utama di Asia Tenggara. Pemerintah terbuka bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang ingin membangun bisnis di Indonesia untuk melayani pasar domestik, ASEAN, hingga kawasan Asia-Pasifik,” ujar Nezar Patria.
Besarnya potensi pasar menjadi salah satu modal utama Indonesia dalam menarik investasi digital. Pada awal 2026, jumlah pengguna internet nasional telah mencapai 235 juta atau 81,72 persen dari total populasi, sementara jaringan serat optik membentang sepanjang 460.000 kilometer dan menjangkau lebih dari 5.000 kecamatan.
Nezar menilai, besarnya jumlah pengguna internet harus berjalan beriringan dengan kesiapan infrastruktur dan ekosistem digital. “Investor tidak hanya mencari pengguna, tetapi juga infrastruktur, kapasitas cloud, aliran data yang aman, talenta berkualitas tinggi, dan kebijakan yang dapat diprediksi,” tuturnya.
Untuk memperluas akses digital, Kemkomdigi terus memperkuat konektivitas melalui Palapa Ring dan SATRIA-1. Satelit SATRIA-1 berkapasitas 150 Gbps untuk mendukung sekitar 37.000 titik layanan publik dan dirancang membantu menghubungkan hingga 45 juta masyarakat yang sebelumnya belum memperoleh akses internet secara memadai.
Pemerintah juga mencatat sebanyak 6.794 lokasi BTS telah beroperasi hingga 2024 di wilayah perbatasan, terpencil, dan tertinggal. Di sisi lain, kecepatan broadband seluler ditargetkan mencapai 100 Mbps pada 2029, termasuk melalui optimalisasi spektrum pita menengah untuk memperluas pemanfaatan teknologi 5G.
Sejalan dengan itu, pemerintah membuka ruang investasi pada pusat data, komputasi awan, kabel bawah laut, infrastruktur komputasi, hingga energi terbarukan. Nezar menyebut sektor-sektor tersebut menjadi peluang strategis seiring proyeksi ekonomi digital Indonesia yang dapat menembus lebih dari Rp4.000 triliun pada 2029.
“Dengan potensi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia hingga lebih dari Rp4.000 triliun pada 2029, pusat data, layanan cloud, sistem kabel bawah laut, komputasi, dan energi terbarukan merupakan peluang investasi strategis. Pemerintah berharap investasi tersebut tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi ikut memperkuat kapasitas industri dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” jelas Nezar.
Pada sektor AI, pemerintah tengah menyusun peta jalan AI nasional 2026–2029 yang melibatkan lebih dari 30 kementerian dan lembaga. Lima bidang prioritas yang disiapkan mencakup kesehatan, pendidikan dan talenta digital, reformasi birokrasi, kota pintar, serta ketahanan pangan.
Kebijakan AI, kata Nezar, diarahkan untuk mendorong partisipasi pemangku kepentingan, inovasi, penguatan teknologi dan riset, sekaligus memastikan risiko dapat dikelola sejak awal. Pemerintah juga menyiapkan tata kelola pusat data nasional, cloud pemerintah, infrastruktur publik digital, serta peta jalan infrastruktur digital sebagai fondasi ekosistem yang lebih terintegrasi.
“Ekosistem AI yang tepercaya membutuhkan lebih dari sekadar akses ke daya komputasi. Ekosistem tersebut juga memerlukan kejelasan mengenai akuntabilitas, keamanan, transparansi, tata kelola data, serta pengawasan manusia,” ungkapnya.
Peluang kolaborasi juga dibuka bagi perusahaan Amerika Serikat dalam riset AI, penerapan AI yang bertanggung jawab, pengembangan solusi bahasa dan konteks lokal, infrastruktur AI, keamanan siber, serta pengembangan talenta. Investasi konkret telah ditunjukkan Microsoft melalui komitmen US$1,7 miliar untuk cloud dan AI di Indonesia, sementara AWS telah menginvestasikan US$5 miliar sejak 2021 dengan komitmen investasi hingga 2036.
Nezar menegaskan, investasi digital membawa dampak yang lebih luas daripada sekadar aliran modal karena turut menghadirkan kemampuan rekayasa, mitra lokal, kolaborasi penelitian, pengembangan tenaga kerja, dan peningkatan layanan bagi perusahaan Indonesia. Untuk menjaga kepercayaan investor, pemerintah menyiapkan regulasi yang ramah investasi melalui konsultasi awal, panduan implementasi yang jelas, standar transparan, dan dialog publik-swasta yang terstruktur.
Menurut Nezar, kepastian regulasi bukan berarti aturan tidak boleh berubah, melainkan setiap perubahan harus dijelaskan, dikonsultasikan, dan diterapkan secara adil. “Mari kita bangun kepercayaan itu melalui proyek-proyek konkret, hasil yang terukur, dan ekonomi digital yang terbuka terhadap inovasi, berlandaskan kepercayaan, dan inklusif dalam manfaatnya,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....