Pemerintah Aceh Raih Transportasi Indonesia Award 2026

  • 31 Jul 2026 22:13 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang- Gubernur Aceh Muzakir Manaf menerima penghargaan Transportasi Indonesia Award 2026 atas komitmen Pemerintah Aceh dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif dan mudah diakses masyarakat.

Penghargaan yang diinisiasi Transportasi Media Indonesia tersebut diserahkan di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 30 Juli 2026. Penghargaan diterima Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, yang mewakili Gubernur Aceh.

Teuku Faisal mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kerja bersama Pemerintah Aceh dalam menyediakan layanan transportasi publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara mudah, aman, dan terjangkau.

“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh masyarakat Aceh. Pembangunan transportasi publik yang mudah diakses adalah fokus utama Pemerintah Aceh demi mewujudkan layanan yang layak, aman, dan nyaman,” ujar Teuku Faisal usai menerima penghargaan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh terus memprioritaskan layanan angkutan massal Trans Kutaraja yang dapat digunakan masyarakat secara gratis. Layanan tersebut ditujukan untuk mendukung mobilitas harian masyarakat sekaligus membantu mengurangi beban biaya perjalanan.

Selain Trans Kutaraja, Pemerintah Aceh juga menjalankan program mudik gratis. Program tersebut telah dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung menjelang Idulfitri.

Transportasi Indonesia Award 2026 diberikan kepada regulator, pelaku industri, perusahaan, dan tokoh yang dinilai memiliki dedikasi, inovasi, serta kontribusi terhadap kemajuan sektor transportasi, infrastruktur, dan rantai pasok nasional.

Transportasi Media Indonesia menilai Pemerintah Aceh layak mendapat penghargaan karena dinilai menjadi salah satu contoh dalam penyediaan layanan transportasi publik yang inklusif dan menerapkan aksesibilitas universal.

Dewan Pakar Transportasi Media Indonesia, Djoko Setijawarno, mengatakan proses seleksi penerima penghargaan dilakukan secara independen dan objektif melalui kajian oleh tim redaksi Transportasi Media Indonesia.

“Pemilihan para penerima penghargaan didasarkan pada prestasi, rekam jejak, dan karya yang telah ditorehkan. Seluruhnya diteliti serta dianalisis oleh tim Transportasi Media sehingga penghargaan ini benar-benar diberikan kepada tokoh maupun perusahaan yang layak mendapat apresiasi,” ujar Djoko.

Ia menyebut layanan angkutan massal gratis yang diterapkan Pemerintah Aceh menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian penghargaan. Kebijakan tersebut dinilai membantu masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, dalam menghemat biaya perjalanan sehari-hari.

“Provinsi Aceh menjadi role model dalam memberikan layanan angkutan massal gratis bagi masyarakat. Hal ini tentu sangat membantu perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat bawah, karena bisa menghemat biaya perjalanan harian mereka,” katanya.

Djoko berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan inovasi baru. Menurutnya, pengembangan transportasi publik perlu diarahkan agar semakin modern, aman, inklusif, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....