Jembatan Baru Krueng Tingkeum Dibuka, Jalur Medan-Banda Aceh Lancar

  • 21 Sep 2026 06:59 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Jalur lintas Medan-Banda Aceh kembali lancar setelah jembatan baru Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, resmi dibuka untuk kendaraan, Minggu 20 September 2026.

Pembukaan dilakukan sekitar pukul 09.25 WIB dengan mengalihkan arus kendaraan dari jembatan sementara ke jembatan baru. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam pemulihan jalur nasional lintas timur Aceh-Sumatera Utara, terutama untuk mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Direktur Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum Gatot Sukmana hadir memastikan kesiapan jembatan sebelum digunakan. Pembukaan turut dihadiri Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Zulkarnaini, Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T. serta unsur Forkopimda.

Jembatan yang dikerjakan PT Adhi Karya tersebut berada di Km 231+150 dengan panjang keseluruhan 149,7 meter. Struktur jembatan terdiri dari beberapa bentang, masing-masing SIG sepanjang 30 meter, SBG 57,2 meter dan SBG 50 meter.

Gatot mengatakan pembukaan jembatan menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan akses logistik Aceh-Sumatera Utara setelah jembatan lama rusak berat dan terputus akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025.

“Secara teknis jembatan ini sudah bisa dibuka atau bisa digunakan untuk operasional,” kata Gatot saat pembukaan di lokasi.

Sebelum digunakan, konstruksi jembatan telah melalui pemeriksaan dan pengujian beban untuk memastikan kesiapan struktur serta keselamatan pengguna jalan.

Selama pembangunan berlangsung, pemerintah memasang jembatan Bailey dengan dukungan BPJN Aceh dan TNI. Jembatan sementara tersebut digunakan untuk menjaga akses transportasi dan distribusi logistik tetap berjalan.

Gatot menjelaskan pembangunan di kawasan Krueng Tingkeum masih berlanjut. Jembatan lama juga akan dibangun kembali sehingga nantinya terdapat dua jembatan yang dapat mendukung kelancaran arus kendaraan di jalur nasional tersebut.

Ia mengapresiasi kesabaran masyarakat selama proses pembangunan. Pekerjaan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari investigasi, konstruksi hingga pemeriksaan dan pengujian teknis.

Sementara itu, Bupati Bireuen Mukhlis mengatakan bencana hidrometeorologi pada 25-26 November 2025 berdampak pada sejumlah infrastruktur di sepanjang aliran Krueng Peusangan.

Sedikitnya 12 jembatan terdampak, mulai dari kawasan Rancong, Kecamatan Kutablang hingga Pante Peusangan, Kecamatan Juli. Pemerintah pusat telah membantu pembangunan sejumlah jembatan untuk mempercepat pemulihan akses pascabencana.

Selain Krueng Tingkeum, pembangunan juga dilakukan pada Jembatan Teupin Mane yang menjadi akses menuju Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues, serta Jembatan Pante Lhong yang merupakan kewenangan kabupaten.

Mukhlis mengatakan masih terdapat tiga jembatan rangka baja yang direncanakan mendapat dukungan pembangunan dari pemerintah pusat. Ketiganya berada di Gampong Rancong, Kecamatan Kutablang; Gampong Ule Jalan, Kecamatan Suak Peusangan Selatan; serta jembatan penghubung Gampong Sarah Sirong Jaya, Kecamatan Juli dengan Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa.

Kebutuhan anggaran pembangunan tiga jembatan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 miliar. Pemerintah Kabupaten Bireuen menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana.

Beroperasinya jembatan baru Krueng Tingkeum diharapkan memperlancar kembali mobilitas kendaraan dan distribusi barang di jalur Medan-Banda Aceh. Pemulihan akses tersebut juga diharapkan mendorong kembali aktivitas ekonomi masyarakat Bireuen dan wilayah Aceh lainnya yang terdampak bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....