Cek Kesehatan sejak Dini: Tau Lebih Awal, Cegah Lebih Cepat
- 24 Agt 2026 09:47 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Pagi itu, Idawati datang ke fasilitas kesehatan bukan karena tubuhnya sedang terasa sakit. Warga Cot Bau Kota Sabang itu justru ingin memastikan bahwa tubuhnya tetap sehat. Kesempatan ini ia manfaatkan untuk mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebuah layanan yang memberinya ruang untuk lebih peduli dan mengenali kondisi kesehatannya sejak dini.
Melalui CKG, Idawati memeriksakan sejumlah kondisi kesehatannya, mulai dari tekanan darah hingga kadar gula darah. Baginya, pemeriksaan itu bukan sekadar mengetahui apakah dirinya sedang sakit, tetapi juga menjadi cara untuk mengenali risiko kesehatan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
“Dengan adanya pemeriksaan kesehatan seperti ini, saya bisa tau kondisi kesehatan lebih awal. Jadi tidak harus menunggu sakit baru memeriksa. Program ini sangat membantu meringankan beban biaya dan memudahkan bagi masyarakat untuk tau kondisi kesehatan atau potensi penyakit tanpa prosedur yang rumit,” ujar Idawati.
Bagi Idawati, manfaat CKG tidak hanya terletak pada hasil pemeriksaan. Edukasi yang diberikan tenaga kesehatan juga membuat masyarakat lebih memahami bagaimana menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
“Dari pemeriksaan dan edukasi, kondisi kesehatan masyarakat bisa lebih meningkat dan kita dapat mencegah beberapa penyakit yang berbahaya, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular,” ujarnya.
Kesadaran semacam itu menjadi modal penting bagi upaya pencegahan penyakit di masyarakat.
Sebab, semakin cepat seseorang mengetahui adanya risiko, semakin besar pula peluang untuk melakukan perubahan. Pola makan dapat diperbaiki, aktivitas fisik dapat ditingkatkan, kebiasaan tidak sehat dapat dikurangi dan pengobatan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi komplikasi.
Prinsipnya sederhana: lebih baik mengetahui lebih awal daripada terlambat menyadari.
Pengalaman seperti yang dirasakan Idawati menjadi gambaran dari pesan yang terus digaungkan Pemerintah Kota Sabang: kesehatan tidak seharusnya baru diperhatikan ketika tubuh mulai memberi tanda-tanda penyakit.
Melalui slogan “Cek Kesehatan Gratis: Cegah Dini, Tuntas Obati”, pemerintah mengajak masyarakat menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kesmas P2P), dr. Prisillya Casandra Golda, mengatakan pemeriksaan rutin penting dilakukan karena tidak semua penyakit langsung menunjukkan gejala.
Seseorang dapat terlihat sehat dalam aktivitas sehari-hari, tetapi pada saat yang sama memiliki tekanan darah tinggi, kadar gula yang meningkat, gangguan status gizi atau faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
“Dengan deteksi dini, masyarakat dapat segera mendapatkan edukasi dan pengobatan serta tindak lanjut yang cepat, sehingga penyakit dapat dicegah agar tidak menjadi lebih berat,” kata dr. Golda, disela aktivitasnya, Senin 24 Agustus 2026.
Di sinilah CKG menjadi penting. Pemeriksaan bukan hanya mencari penyakit, tetapi juga menemukan faktor risiko yang mungkin selama ini tidak disadari masyarakat.
Dalam pemeriksaan, kata dr. Golda, warga dapat mengetahui sejumlah indikator kesehatan, seperti berat dan tinggi badan, tekanan darah, kadar gula darah, status gizi, serta pemeriksaan lain sesuai kebutuhan dan kelompok usia.
Hasil pemeriksaan kemudian menjadi pintu masuk bagi langkah berikutnya. Jika ditemukan masalah kesehatan, tenaga kesehatan akan memberikan edukasi dan konseling. Bila diperlukan, pasien mendapatkan pengobatan atau dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.
Dengan demikian, CKG tidak berhenti pada pemeriksaan saja, ada tindak lanjut, pemantauan, edukasi mengenai pola hidup sehat, hingga rujukan bagi mereka yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Program CKG tidak hanya diberikan melalui pelayanan di puskesmas, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat melalui posyandu dan berbagai layanan kesehatan di tingkat komunitas. Pemerintah terus mendorong agar pemeriksaan kesehatan lebih mudah diakses, sehingga masyarakat tidak harus menunggu munculnya keluhan untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
Upaya deteksi dini juga dilakukan di lingkungan sekolah melalui pelayanan CKG bagi siswa. Pemeriksaan sejak usia sekolah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan dan status gizi anak lebih awal, sekaligus memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat. Dengan begitu, CKG menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran menjaga kesehatan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah.

Hingga capaian sementara, Dinas Kesehatan Kota Sabang mencatat program CKG telah menjangkau sekitar 42 persen sasaran masyarakat. Lebih dari 15 ribu orang telah mengikuti pemeriksaan dari target sekitar 43 ribu masyarakat.
Angka tersebut menunjukkan bahwa program mulai mendapat respons dari masyarakat. Namun, perjalanan untuk mencapai cakupan yang lebih luas masih panjang.
Menurut dr. Golda, masih ada warga yang belum memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Sebagian lainnya terkendala waktu untuk datang ke fasilitas kesehatan. Karena itu, sosialisasi dan pendekatan yang lebih aktif terus dilakukan oleh pemerintah bersama puskesmas dan lintas sektor terkait.
Tantangannya bukan hanya menghadirkan layanan, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap kesehatan.
“Selama ini, sebagian orang masih menganggap fasilitas kesehatan sebagai tempat yang didatangi ketika sakit. CKG mencoba mengubah kebiasaan ini, karena fasilitas kesehatan juga menjadi tempat untuk memastikan seseorang tetap sehat,” ujarnya.
Bagi Pemerintah Kota Sabang, semakin banyak warga yang memanfaatkan CKG berarti semakin banyak pula penyakit dan faktor risiko yang dapat ditemukan lebih awal.
Deteksi dini memberi kesempatan untuk bertindak sebelum keadaan menjadi lebih berat. Pencegahan dapat dilakukan lebih cepat, pengobatan dapat diberikan sesuai kebutuhan, dan kondisi pasien dapat dipantau secara berkala.
Dr. Prisillia pun mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu tubuh mengalami keluhan untuk mulai peduli terhadap kesehatan.
“Jangan menunggu sakit baru memeriksakan kesehatan. Manfaatkan program CKG sebagai kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih awal. Kita bisa melakukan pencegahan dan pengendalian sehingga kualitas hidup kita lebih baik,” pesannya.
Pesan tersebut pada akhirnya kembali kepada satu hal sederhana: menjaga kesehatan bukan pekerjaan yang dimulai ketika seseorang jatuh sakit. Karena penyakit tidak selalu datang dengan tanda yang mudah dikenali. Dan sering kali, mengetahui lebih awal adalah kesempatan terbaik untuk mencegah keadaan menjadi lebih buruk.
“Ketika seseorang memilih untuk memeriksakan diri, mengetahui kondisi tubuhnya, memahami risikonya, lalu mengambil langkah untuk mencegahnya dan langkah itu dibuka melalui Cek Kesehatan Gratis,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....