Hepatitis tanpa Gejala, Ancaman Serius bagi Kesehatan Hati
- 11 Sep 2026 14:01 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Penyakit hepatitis sering dijuluki sebagai silent disease atau penyakit yang “diam-diam mengintai”. Sebagian besar penderita tidak merasakan gejala apapun pada tahap awal, padahal virus atau peradangan sedang merusak fungsi hati secara perlahan.
Dokter Andrie Gunawan, SpPD FINASIM mengatakan bahwa hepatitis merupakan kondisi peradangan hati yang disebabkan oleh berbagai faktor. “Peradangan ini tidak hanya disebabkan oleh virus, tapi juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan, autoimun, makanan, dan pelemakan hati,” ujarnya dalam dialog “Hepatitis : Diam-Diam Mengintai, Kenali Sebelum Terlambat” bersama Pro 1 Banda Aceh, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Secara umum dikenal lima jenis virus hepatitis, yaitu A, B, C, D, dan E. Di Indonesia sendiri, jenis yang paling sering ditemukan adalah hepatitis A, B, dan C. “Dan yang sangat menjadi concern kita adalah Hepatitis B dan C karena bisa menyebabkan penyakit yang kronis, berupa sirosis (pengerasan hati) hingga kanker hati ” tambahnya.
Meskipun pada fase awal Hepatitis B dan C sering tanpa gejala, secara umum, semua gejala khas hepatitis berupa mata dan kulit menjadi kuning, urin berwarna pekat kecoklatan meskipun sudah cukup minum, tubuh lemas, kehilangan nafsu makan, dan nyeri perut kanan atas.
Beberapa langkah pencegahan agar terhindarkan dari Hepatitis, antara lain:
- Vaksinasi, sangat dianjurkan untuk Hepatitis B, terutama bagi tenaga kesehatan, calon pengantin dan bayi baru lahir.
- Pola Hidup Sehat, berupa menjaga kebersihan makanan, hindari penggunaan jarum suntik atau barang pribadi secara bersama, serta melakukan medical check up rutin.
- Penggunaan obat yang bijak, hindari konsumsi obat-obatan seperti paracetamol berlebihan dan batasi minuman berenergi atau pemanis buatan yang dapat memperberat kerja organ ginjal dan hati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....