Pikun Bukan Bagian Normal dari Proses Penuaan

  • 07 Agt 2026 09:23 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Banyak orang beranggapan bahwa pikun itu merupakan hal yang wajar dengan seiring bertambahnya usia. Memang dalam memasuki usia lanjut kemampuan mengingat dapat mengalami sedikit penurunan, namun pikun akan mengganggu aktivitas sehari-hari bukanlah hal yang normal dari penuaan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri Rumah Sakit Hermina Aceh, dr. Chacha Marissa Isfandiari, Sp.PD, (K) Ger., menegaskan bahwa pikun atau demensia bukan merupakan kondisi yang normal terjadi pada setiap orang lanjut usia, karena itu, keluarga diminta tidak mengabaikan perubahan perilaku maupun penurunan daya ingat pada lansia. Hal ini dikatakannya dalam Dialog Asokaya RRI Pro 4 Banda Aceh, Sabtu, 1 Agustus 2026.

dr. Chacha menjelaskan bahwa pikun merupakan penyakit yang harus dievaluasi penyebabnya. Penanganan sejak dini dapat membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif. "Pikun itu penyakit, bukan sesuatu yang lazim. Harus dipastikan dulu penyebabnya dan diperiksa apakah memang sudah terjadi gangguan kognitif atau ada penyebab lain," ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah tanda yang perlu diwaspadai keluarga, seperti perubahan nafsu makan, perubahan perilaku, sering menyendiri, hingga munculnya keluhan penyakit yang tidak biasa. Jika kondisi tersebut berlangsung beberapa hari, lansia sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

Selain itu, kualitas tidur juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan otak. Menurutnya, kebiasaan begadang dan kurang tidur dapat mengganggu konsentrasi serta mempercepat penurunan fungsi kognitif, terutama pada lansia.

dr. Chacha juga mengingatkan keluarga agar memperhatikan penggunaan obat pada lansia. Konsumsi banyak jenis obat atau polifarmasi perlu diawasi karena berpotensi menimbulkan interaksi obat maupun menurunkan kepatuhan minum obat.

"Pengobatan pada lansia bukan hanya minum obat. Pola makan yang baik, aktivitas, olahraga sesuai kemampuan, dan tidur yang berkualitas juga merupakan bagian dari terapi," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....