Mengenal Demensia, Lebih dari Sekadar Lupa Biasa
- 16 Agt 2026 19:18 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Demensia bukanlah penyakit tunggal, melainkan istilah untuk menggambarkan kumpulan gejala penurunan kognitif, intelektual, dan sosial seseorang. Kondisi ini memengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, berkomunikasi, hingga mengambil keputusan.
Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Hermina Banda Aceh, dr. Teuku Ona, Sp.N, AIFO-K, mengatakan bahwa banyak orang menyamakan demensia dengan kelupaan biasa. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang bisa dinotis.
“Pada lupa normal, misalnya seseorang lupa di mana meletakkan sesuatu, namun tak lama kemudian langsung ingat kembali, atau dapat diingat setelah mendapat sedikit petunjuk,” ujarnya dalam dialog “Kenali Dini Dimensia, Jangan Maklum Dengan Pikun” bersama RRI Pro 4 Banda Aceh, Sabtu, 20 Juni 2026.
Sementara, untuk lupa karena demensia, daya ingat menurun secara progresif dan bertahap memburuk dalam waktu relative singkat. Penderita tidak hanya lupa menaruh barang, tapi juga hilang ingatan terhadap kejadian yang baru saja dialami.
Demensia dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi medis yang mengganggu struktur maupun fungsi otak. Salah satu yang paling umum adalah demensia Alzheimer, yang banyak terjadi pada kelompok lanjut usia, terutama di atas 65 tahun. Kondisi ini berkaitan dengan penumpukan protein abnormal di otak otak yang secara perlahan menyebabkan kerusakan pada sel-sel saraf.
Selain itu, terdapat demensia vascular, yang terjadi akibat terganggunya aliran darah menuju otak dan cukup sering dittemukan pada seseorang yang pernah mengalami stroke. Cedera kepala juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak secara permanen dan meningkatkan risiko demensia. Di samping itu, beberapa kondisi lain seperti tumor otak, infeksi, serta kekurangan nutrisi tertentu juga dapat menjadi faktor yang memicu demensia.
Sebagian besar jenis demensia, seperti Alzheimer, hingga saat ini belum dapat disembuhkan secara total. Namun, hal ini bukan alasan tidak berobat. Penanganan dini melalui pemeriksaan dan terapi medis dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit serta mempertahankan fungsi kognitif dan kualitas hidup pasien.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....