Kasus Campak di Sabang Capai 106, Dinkes Gencarkan Imunisasi ORI

  • 31 Jul 2026 18:10 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Kasus campak di Kota Sabang terus mengalami peningkatan hingga mencapai 106 kasus sepanjang tahun 2026. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang kini menggencarkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, dr. Edi Suharto, mengatakan peningkatan kasus dipengaruhi masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melengkapi imunisasi. Upaya penanggulangan pun dilakukan melalui pelayanan di puskesmas, posyandu, sekolah hingga kunjungan dari rumah ke rumah.

"Kasus campak sampai bulan ini berjumlah 106 kasus dan kami sudah melakukan berbagai upaya untuk memutus mata rantai penularan melalui ORI. Namun, masih banyak masyarakat yang belum bersedia melakukan imunisasi, padahal imunisasi menjadi salah satu cara paling efektif mencegah penyebaran campak," ujar dr. Edi Suharto, Jumat 31 Juli 2026.

Menurutnya, penyebaran kasus terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Pria Laot dan Puskesmas Payasenara, khususnya di Kecamatan Sukamakmue. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan lintas sektor untuk mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat agar mendukung pelaksanaan imunisasi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukakarya Sabang, Nurkismawarni, S.Kep., menyebutkan pihaknya mencatat 52 kasus campak hingga saat ini. Sebanyak 28 kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, sedangkan sisanya merupakan kasus campak klinis berdasarkan gejala.

"Dari 52 kasus yang kami laporkan, sebanyak 28 kasus telah terkonfirmasi laboratorium dan selebihnya merupakan campak klinis. Kasus didominasi anak usia balita dan sekolah dasar, sehingga kami akan melaksanakan ORI di sekolah yang menjadi lokasi penularan tertinggi," kata Nurkismawarni.

Ia menjelaskan gejala campak umumnya diawali demam tinggi, batuk, disertai ruam merah di seluruh tubuh yang muncul beberapa hari kemudian. Hingga kini tidak ada pasien yang dirujuk oleh puskesmas ke rumah sakit karena seluruhnya masih dapat ditangani melalui pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Dinas Kesehatan bersama puskesmas mengimbau masyarakat segera membawa anak untuk mendapatkan imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat serta tidak mengizinkan anak yang sedang demam, batuk, atau mengalami gejala campak beraktivitas di sekolah. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan penyebaran kasus sekaligus melindungi kelompok rentan dari penularan campak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....