Dokter Ingatkan Risiko Kesehatan Pascabanjir
- 15 Des 2025 10:40 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang – Seiring mulai surutnya air banjir, masyarakat yang kembali ke rumah diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan. Pasalnya, air banjir berpotensi membawa bakteri, virus, serta kotoran yang dapat memicu berbagai penyakit.
Hal tersebut disampaikan dr. Suheir Muzakir, Sp.PD, dalam dialog Klinik Angkasa di Pro 1 RRI Banda Aceh, sabtu (13/11/2025). Ia menjelaskan bahwa air banjir tidak hanya meninggalkan lumpur, tetapi juga mengandung berbagai mikroorganisme berbahaya bagi kesehatan manusia.
Menurut dr. Suheir, penggunaan alat pelindung diri seperti sepatu boot sangat dianjurkan saat membersihkan rumah pascabanjir. “Apabila tidak tersedia, setelah selesai membersihkan rumah, tubuh harus segera dibersihkan dengan air bersih untuk mengurangi risiko infeksi,” ujarnya.
Terkait kebutuhan air bersih, ia menegaskan bahwa air hujan maupun air sumur yang tampak jernih tetap harus direbus terlebih dahulu sebelum digunakan untuk minum. “Air sumur memang lebih baik dibandingkan air genangan, namun belum tentu steril. Merebus air hingga mendidih sangat penting untuk memastikan keamanannya,” jelasnya.
Dalam situasi darurat, masyarakat juga diimbau waspada terhadap risiko hipotermia, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Kondisi ini dapat terjadi akibat pakaian basah dan paparan suhu dingin dalam waktu lama. “Segera lepaskan pakaian basah dan gunakan selimut atau pakaian kering yang dapat menghangatkan tubuh,” tambahnya.
Bagi warga yang menampung pengungsi di rumah, dr. Suheir menganjurkan agar para pengungsi diberikan kesempatan mandi dengan air bersih serta disediakan makanan bergizi guna menjaga daya tahan tubuh.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan pascabanjir apabila muncul keluhan. “Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan yang cepat dapat mencegah kondisi kesehatan menjadi lebih serius,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....