Deteksi Dini TBC Demi Generasi Muda Produktif

  • 15 Des 2025 09:46 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: TBC (Tuberkulosis) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menular melalui droplet (percikan air liur) dari penderita TBC saat batuk atau bersin. Jadi, penting untuk menutup mulut saat batuk atau bersin.

Mayasopa S.T.P. selaku Kepala Puskesmas Darul Kamal Aceh Besar/Ketua Asosiasi Nutrisionis Indonesia Provinsi Aceh mengatakan bahwa TBC masih menjadi masalah serius, terutama bagi generasi muda. “TBC masih menjadi masalah Kesehatan serius karena angka mortalitas (kematian) dan morbiditas (kesakitan) yang tinggi, serta akan berefek kepada penurunan produktivitas generasi muda yang menderita TBC,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 2 Banda Aceh, Minggu (9/11/2025).

Generasi muda sebagai asset berharga bangsa, harus menjadi prioritas dalam upaya pencegahan TBC. “Upaya pemerintah terkait kesehatan tentunya untuk semua usia. Namun, bagi generasi muda, hal ini menjadi prioritas,” tambahnya.

Penting untuk dipahami bahwa TBC bukan penyakit keturunan, melainkan ditularkan melalui kontak langsung. Anggota keluarga dan orang terdekat menjadi kelompok yang beresiko tinggi tertular. Satu pedertia TBC dapat menularkan penyakitnya kepada 10 orang di sekitarnya.

Gejala TBC yang perlu diwaspadai meliputi batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu, batuk diserta dahak, berkeringat di malam hari, penurunan berat badan dan nafsu makan secara drastis. Jika merasakan gejala-gejala tersebut, segera cek kesehatan di fasilitas Kesehatan terdekat.

Pengobatan TBC tersedia gratis di puskesmas dan harus dijalani secara rutin selama 6 hingga 9 bulan. Sangat penting untuk tidak putus obat. Selama 2 bulan, kuman TBC akan “tidur” dan pasien merasa sembuh. Namun, jika berhenti minum obat, kuman akan “bangun” dan menjadi kebal sehingga obat awal tidak lagi efektif dan harus ganti obat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....