Takarin Manfaatkan AI untuk Analisis Kandungan Gizi Makanan

  • 21 Sep 2026 06:52 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Aplikasi Takarin dikembangkan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu masyarakat mengetahui perkiraan kandungan gizi makanan. Melalui analisis foto, aplikasi ini dapat memperkirakan kandungan kalori, protein, lemak, dan karbohidrat dalam makanan.

Developer Takarin sekaligus CMO Metadigital, Ahmad Hafidz Susanto, mengatakan pengembangan aplikasi tersebut berawal dari keresahan pengguna terhadap keterbatasan aplikasi penghitung kalori yang telah tersedia.

“Aplikasi Takarin ini lahir karena salah satu pengalaman teman-teman yang menggunakan berbagai macam aplikasi,” kata Hafidz dalam dialog Literasi Digital RRI Banda Aceh, Rabu 16 September 2026.

Menurutnya, sejumlah aplikasi penghitung kalori memiliki keterbatasan fitur dan menerapkan sistem berbayar. Kondisi tersebut mendorong tim pengembang menghadirkan Takarin sebagai alternatif yang lebih mudah diakses masyarakat.

Hafidz mengakui, tingkat akurasi analisis Takarin masih dalam tahap pengembangan dan belum mencapai hasil yang sempurna. Oleh karena itu, informasi yang dihasilkan aplikasi masih perlu terus disempurnakan.

“Untuk saat ini belum 100 persen sesuai karena pengembangan masih terus dilakukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tim pengembang secara rutin berkonsultasi dengan pakar gizi untuk meningkatkan akurasi basis data aplikasi. Selain itu, data dan referensi ilmiah digunakan untuk memperkuat sistem analisis agar mampu memberikan hasil yang lebih akurat.

Hafidz menyebutkan, Takarin saat ini masih tersedia dalam bentuk aplikasi berbasis web. Ke depan, aplikasi tersebut direncanakan dikembangkan untuk platform Play Store dan App Store, sehingga dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

Sementara itu, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Muhammad Rakha Rizky Tjandrasa, mengatakan akurasi data menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.

Menurut Rakha, kualitas data masukan atau input berpengaruh terhadap hasil analisis yang dihasilkan sistem. Kesalahan atau perbedaan data dapat menyebabkan perbedaan pada hasil akhir.

“Ketika terjadi kesalahan data, inputnya berbeda dan otomatis output yang didapat juga berbeda,” kata Rakha.

Ia menambahkan, pengembangan Takarin akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan tenaga ahli dan kajian terkait. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi serta keandalan aplikasi dalam membantu masyarakat memahami kandungan gizi makanan.

Catatan penyuntingan: Artikel telah disusun dengan alur piramida terbalik, memperjelas hubungan antara pengembangan AI, tantangan akurasi, dan rencana pengembangan aplikasi. Istilah perkiraan tetap digunakan untuk menegaskan bahwa hasil analisis aplikasi bukan pengukuran gizi yang mutlak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....