Mahasiswa USK Hadirkan BioJustice AI untuk Deteksi Eco Anxiety

  • 26 Jun 2026 18:00 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Dua mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengembangkan inovasi BioJustice AI sebagai upaya mendeteksi dini gangguan kesehatan mental berupa eco anxiety yang dialami generasi muda akibat krisis iklim dan bencana lingkungan. Dengan memanfaatkan AI BioJustice AI dapat membantu masyarakat khususnya generasi muda mengetahui tanda awal eco anxiety melalui pendekatan berbasis teknologi.

Inovasi tersebut mengantarkan Untung Surapati, mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran USK, dan Rizka Fadilah, mahasiswi Pendidikan Biologi FKIP USK, meraih Juara I Seleksi Siswa, Santri, dan Mahasiswa Berprestasi (SSS Mora) Kementerian Agama RI 2026 melalui karya tulis ilmiah berjudul “BioJustice AI: Integrasi Artificial Intelligence dan Maqasid Syariah untuk Deteksi Dini Eco Anxiety”.

Untung mengatakan gagasan tersebut lahir setelah melihat dampak psikologis yang dialami remaja di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh. “Banyak banget kita tidak sadar bahwasanya remajanya juga perlu bantuan di bidang kesehatan mentalnya, dari isu lingkungan ini juga memiliki dampak yang besar terhadap kesehatan mental sebuah remaja,” ujarnya dalam Dialog Green Radio RRI Banda Aceh, Sabtu 20 Juni 2026.

Lebih lanjut ia mengatakan, selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada kerusakan lingkungan dan bantuan logistik pascabencana, sementara kondisi psikologis remaja belum mendapat perhatian yang memadai. Ia juga mengaku menemukan banyak pertanyaan dan kecemasan dari remaja terdampak bencana terkait masa depan mereka.

“Ada beberapa pertanyaan yang saya ingat, dengan kondisi seperti ini apakah kami bisa menjadi remaja yang berkembang di suatu saat nanti. Jadi banyak pertanyaan yang muncul di kepala mereka dan itu menjadi salah satu alarm bagi kita semua,” tambahnya.

BioJustice AI dirancang sebagai sistem pendeteksi awal tingkat kecemasan lingkungan pada remaja. Pengguna akan mengisi sejumlah informasi terkait kondisi mental, fisik, dan sosial, kemudian sistem AI akan menganalisis data tersebut.

Berbeda dengan aplikasi kecerdasan buatan pada umumnya, BioJustice AI mengintegrasikan prinsip Maqasid Syariah sebagai dasar pemberian rekomendasi. Untuk ke depannya konsep tersebut dapat dikembangkan menjadi platform yang dapat dimanfaatkan sekolah, pemerintah, maupun berbagai lembaga untuk membantu mendeteksi dan menangani eco anxiety pada generasi muda.

“Kami membuat suatu inovasi yang di mana AI bukan hanya sekadar teknologi, tetapi kami gabungkan dengan akal hati yang kami bentuk dalam maqasid syariah. Setelah itu sistem akan memberikan rekomendasi dan solusi yang harus dilakukan oleh remaja tersebut,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....