Menjaga Alam Aceh di Tengah Krisis Iklim Global

  • 02 Nov 2025 13:02 WIB
  •  Sabang

KBRN, Banda Aceh : Krisis iklim adalah istilah yang menggambarkan pemanasan global dan perubahan iklim, beserta akibatnya. Istilah ini telah digunakan untuk menggambarkan ancaman pemanasan terhadap planet ini dan untuk mendesak mitigasi perubahan iklim yang agresif.

Perubahan iklim kini menjadi tantangan besar bagi seluruh dunia, termasuk Indonesia. Aceh salah satu provinsi yang terletak di ujung barat Nusantara, juga tidak luput dari dampaknya.

Dr. A. Hanan, SP.,MM, Kadis Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Aceh menjelaskan luas kawasan kehutanan Aceh yang kini terdampak krisis iklim yang tengah melanda. “Kondisi luasan kawasan hutan Aceh itu secara menyeluruh 3,5 juta hektar. Terdiri dari 1 juta hektar lebih yang merupakan hutan konservasi, 1,7 juta hektar hutan lindung dan 700 ribu hektar merupakan hutan produksi. Luasan kawasan hutan di Aceh melebihi 58 %, dimaknai luasan kawasan hutan lebih luas daripada daratan,” ungkapnya dalm perbincangan bersama Pro 1 RRI Banda Aceh Minggu (26/10/2025).

Hanan juga menambahkan hal yang menjadi penyebab perubahan iklim ini terjadi. “Laju yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim itu karena lima sektor, yang pertama sektor lahar yang menghasilkan kehutanan di dalamnya, sektor industri, perhubungan, perkebunan dan sampah. 5 sektor itu yang juga menjadi penyebab perubahan iklim di dunia,” ujarnya.

Berbagai langkah terus diupayakan untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. Diantaranya program reboisasi dan pelestarian hutan mulai dilakukan kembali, termasuk melibatkan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian hutan.

Krisis iklim tidak hanya sekedar persoalan lingkungan, namun juga menyangkut kehidupan sosial, ekonomi dan masa depan generasi penerus bangsa. Diharapkan perubahan alam yang terjadi saat ini menjadi peringatan agar manusia bisa lebih bijak dalam mengelola sumber daya alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....