Pretest SMAN 2 Sabang Petakan Kemampuan Siswa Baru

  • 29 Jul 2025 19:33 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: SMAN 2 Sabang saat ini tengah melaksanakan pretest bagi para peserta didik baru sebagai langkah awal dalam pemetaan kemampuan akademik siswa. Hal ini merupakan kewajiban pihaknya, yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir.

Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kota Sabang Suriadi, melalui Waka Bidang Kurikulum, Susilawati, menjelaskan, pretest ini merupakan kegiatan rutin di awal tahun ajaran guna mengetahui dasar kemampuan siswa baru, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Susilawati mengatakan, soal-soal yang diberikan dalam pretest akan menjadi acuan bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran lanjutan.

“Dari situ kita akan bisa memetakan kemampuan anak. Guru juga kita minta untuk memberikan materi-materi agar anak memahami apa yang sudah dites,” terang Susilawati, Selasa (29/7/2025).

Lebih lanjut dijelaskan, pretest bukan hanya berfungsi sebagai alat ukur, melainkan menjadi titik awal pembinaan akademik. Guru-guru akan menganalisis kelemahan siswa berdasarkan hasil tes dan memberikan bimbingan tambahan guna mengejar ketertinggalan.

“Biasanya seperti tahun lalu, akan ada post-test di akhir, meskipun untuk tahun ini belum ada kabar pasti. Kalau ada, itu lebih bagus agar kita bisa melihat sejauh mana perkembangan siswa,” tambahnya.

Bagi siswa yang hasil pretest-nya di bawah rata-rata, pihak sekolah menyiapkan program remedial. Susilawati menegaskan bahwa SMAN 2 Sabang berkomitmen untuk meningkatkan intelektual dan kecerdasan siswa secara maksimal.

Namun menurutnya, keberhasilan program ini tidak bisa hanya mengandalkan pihak sekolah. Ia menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak di rumah. Ia juga menyoroti bahwa selama ini perhatian orang tua terhadap proses pembelajaran anak masih tergolong minim. Padahal, menurutnya, peran keluarga sangat menentukan perkembangan akademik dan masa depan siswa.

“Tanpa dukungan orang tua sangat sulit. Kalau di sekolah dipacu, tapi di rumah tidak, itu timpang. Sebagian besar waktu anak justru dihabiskan di rumah. Nilai SMA ini nantinya menentukan apakah mereka akan lanjut sekolah atau bekerja. Ini penting dan orang tua harus mulai mengawal dari awal,” ujarnya lagi.

Pihak SMAN 2 Sabang berharap pretest ini tidak hanya menjadi evaluasi awal, tetapi juga menjadi momentum kolaboratif antara guru, siswa, dan orang tua dalam membentuk kualitas pendidikan yang lebih baik di masa depan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....