LBFT ke-31 Hadirkan Kompetisi Berhitung di Sabang
- 31 Agt 2026 01:06 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Lomba Berhitung Fakultas Teknik (LBFT) ke-31 yang diselenggarakan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh kembali menghadirkan ruang kompetisi bagi masyarakat Aceh. Di Kota Sabang, kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai jenjang, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA hingga tingkat umum.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Sabang, Minggu 30 Agustus 2026, dengan mengusung tema “Berhitung Cepat, Bertindak Cepat, Menuju Aceh Bermartabat.”
Ketua Panitia LBFT ke-31, Noval, mengatakan sekitar 500 peserta mengikuti lomba berhitung tersebut. Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat Sabang terhadap kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak dan masyarakat untuk menguji kemampuan mereka.
Menurut Noval, LBFT tidak hanya bertujuan mencari peserta yang mampu memperoleh nilai terbaik, tetapi juga memberikan pengalaman berkompetisi serta menjadi wadah untuk melihat potensi yang dimiliki peserta dari berbagai daerah di Aceh.
“Bukan mencari pemenang, tapi mencari orang-orang yang siap berkompetisi,” kata Noval.
Ia menilai pengalaman mengikuti kompetisi sejak usia dini penting untuk membangun keberanian, konsentrasi, ketelitian dan kemampuan berpikir cepat. Karena itu, peserta tidak hanya dituntut mampu menghitung dengan cepat, tetapi juga belajar menghadapi tantangan dalam suasana kompetisi.
Antusiasme masyarakat Sabang yang mencapai sekitar 500 peserta menjadi gambaran bahwa kegiatan pengembangan potensi seperti LBFT masih mendapat perhatian masyarakat. Kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman di luar lingkungan sekolah.
Noval mengatakan Fakultas Teknik USK memiliki komitmen untuk terus mempertahankan LBFT sebagai ajang kompetisi berhitung. Hingga tahun ini, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebanyak 31 kali di sejumlah daerah di Aceh.
Ia menambahkan, anak-anak perlu mendapatkan ruang yang maksimal untuk mengembangkan kemampuan sejak dini. Menurutnya, kompetisi seharusnya tidak hanya dipandang sebagai persaingan untuk menjadi juara, tetapi sebagai proses untuk mengembangkan potensi dan kesiapan menghadapi tantangan.
Melalui LBFT ke-31, peserta dari berbagai jenjang pendidikan hingga tingkat umum mendapat kesempatan yang sama untuk mengasah kemampuan dan pengalaman berkompetisi. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu upaya menemukan dan mendorong potensi unggul yang dimiliki generasi muda di Kota Sabang dan Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....