DP3AP2KB Banda Aceh Perkuat Ketahanan Keluarga lewat Peran Penyuluh KB
- 08 Agt 2026 00:33 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh terus memperkuat ketahanan keluarga melalui peran aktif penyuluh keluarga berencana (KB). Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas keluarga sekaligus menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) DP3AP2KB Kota Banda Aceh, dr. Maulid Hidayati, mengatakan ketahanan keluarga merupakan kemampuan setiap keluarga dalam memenuhi kebutuhan anggotanya, baik dari aspek fisik, ekonomi, sosial, kesehatan, psikologis, maupun spiritual. Dengan ketahanan yang kuat, keluarga akan lebih siap menghadapi berbagai perubahan dan tantangan zaman.
Menurut Maulid, tantangan yang dihadapi keluarga saat ini semakin beragam, mulai dari pengaruh media sosial, maraknya judi daring, perubahan pola asuh, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga meningkatnya jumlah keluarga berisiko stunting.
"Penguatan keluarga menjadi pondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan berkualitas," ujar Maulid dalam Dialog RRI Perempuan dan Anak di RRI Banda Aceh, Senin 3 Agustus 2026.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data DP3AP2KB Kota Banda Aceh, jumlah keluarga berisiko stunting meningkat dari 6.197 keluarga pada 2024 menjadi 6.629 keluarga pada 2025. Meski demikian, keluarga yang aktif mengikuti kelompok pembinaan seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL) dinilai memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan keluarga.
Untuk memperkuat ketahanan keluarga, pemerintah menjalankan berbagai program pembinaan, di antaranya Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Lansia Berdaya, serta Dapur Sehat Atasi Stunting (DAHSAT).
Maulid menegaskan keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah berbagai persoalan yang dihadapi anak dan remaja. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka, kehadiran emosional orang tua, serta kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam memperkuat ketahanan keluarga agar mampu menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....