Masuki Usia ke-61, Sabang Pertegas Arah Pembangunan dan Penguatan Investasi
- 25 Jun 2026 00:29 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Pemerintah Kota Sabang bersama DPRK Sabang menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kota Sabang Tahun 2026 di Gedung DPRK Sabang. Momentum tersebut menjadi ajang refleksi perjalanan pembangunan sekaligus penegasan arah pembangunan daerah ke depan.
Peringatan HUT ke-61 Kota Sabang tahun ini menandai kematangan perjalanan pembangunan daerah sejak ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1965 tentang pembentukan Kota Praja Sabang. Pemerintah daerah memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan dan menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sabang menegaskan tema peringatan tahun ini, Sabang Merajut Keberagaman dari Titik Nol Kilometer Indonesia, bukan sekadar slogan seremonial. Tema tersebut, menurutnya, merupakan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah.
“Enam puluh satu tahun bukanlah perjalanan singkat. Ini adalah rekam jejak perjuangan, kerja keras, dan dedikasi kolektif seluruh elemen masyarakat dalam membangun beranda terdepan Indonesia,” ujar Wali Kota Sabang, Rabu 24 juni 2026.
Sejumlah capaian pembangunan yang telah diraih Kota Sabang dalam beberapa tahun terakhir. Capaian tersebut meliputi penghargaan di tingkat nasional, peningkatan kualitas layanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan, hingga keberhasilan berbagai program strategis di bidang kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, tantangan tersebut harus dipandang sebagai peluang untuk memperkuat fondasi pembangunan ekonomi daerah. Sabang dinilai memiliki modal strategis berupa posisi geografis yang penting, kekayaan sumber daya bahari, serta identitas sebagai Titik Nol Kilometer Indonesia.
“Di balik setiap tantangan selalu tersimpan peluang yang menunggu untuk dijemput. Sabang memiliki posisi strategis, kekayaan bahari, serta identitas sebagai Titik Nol Kilometer Indonesia yang tidak ternilai,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Sabang terus mendorong langkah-langkah strategis melalui penguatan kemitraan dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh, optimalisasi kawasan Free Trade Zone (FTZ) Sabang, peningkatan investasi, pengembangan UMKM, serta inovasi tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan responsif.
Wali Kota menjelaskan, posisi Sabang yang berada di jalur Selat Malaka memberikan peluang besar untuk pengembangan ekonomi maritim. Dengan dukungan pemerintah pusat, Sabang diharapkan mampu berkembang menjadi hub internasional melalui penguatan layanan ship to ship (STS) untuk aktivitas bongkar muat minyak serta optimalisasi potensi sumber daya air yang dimiliki daerah.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong kerja sama pengembangan geotermal Jaboi bersama PLN, promosi pariwisata Sabang di berbagai bandara melalui dukungan Angkasa Pura, serta upaya pembukaan kembali rute penerbangan Sabang–Medan. Berbagai inisiatif tersebut dinilai menjadi langkah konkret dalam membuka peluang investasi sektor maritim dan energi secara berkelanjutan.
Wali Kota menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mengambil berbagai langkah strategis guna meningkatkan daya saing Sabang di masa mendatang. Bahkan, pada tahun 2027 aktivitas offshore Mubadala diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas Pelabuhan CT-3 BPKS sebagai bagian dari penguatan peran Sabang dalam mendukung kegiatan ekonomi dan logistik kawasan. Tidak ada alasan bagi kita untuk berdiam diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....