Generasi Muda Sabang Didorong Adaptif Hadapi Era AI

  • 02 Sep 2026 18:15 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan dan kreativitas generasi muda. Di tengah perubahan tersebut, putra-putri Kota Sabang dinilai perlu mempersiapkan diri agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter dan jati diri daerah.

Anggota DPRK Sabang dari Partai Aceh, Wahyu Ramadhan, menilai perubahan tersebut perlu diikuti kesiapan generasi muda untuk menguasai teknologi tanpa kehilangan karakter dan jati diri daerah.

Politisi yang akrab disapa Yudi dan duduk di Komisi IV DPRK Sabang membidangi pendidikan ini menilai, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter serta kecintaan terhadap daerah.

"Ke depan saya berkeinginan putra dan putri Sabang lebih banyak lagi dalam berkarya, dan yang lain juga harus bisa mengikuti," kata Wahyu saat diwawancarai awak media, Rabu 2 September 2026.

Dikatakannya, generasi muda merupakan salah satu kekuatan penting yang akan menentukan arah masa depan Kota Sabang. Karena itu, anak-anak daerah perlu berani mengambil peluang dan mengembangkan kemampuan di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

Komisi IV DPRK Sabang menilai perkembangan teknologi tidak semestinya hanya dipandang sebagai tantangan. Kehadiran AI justru membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi dan menghasilkan karya.

Ia berharap putra-putri Sabang tidak hanya menjadi penonton dari perkembangan tersebut. Kemampuan memanfaatkan teknologi dapat menjadi modal bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa anak daerah juga mampu bersaing dengan generasi dari berbagai wilayah.

Menurutnya, sebuah karya tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Keberanian untuk mencoba, belajar dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan diri generasi muda.

Di sisi lain, Wahyu menekankan kemajuan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan. Pendidikan memberikan pengetahuan dan keterampilan, sedangkan kebudayaan menjadi bagian dari identitas yang menjaga generasi muda tetap memiliki akar dan karakter.

"Pendidikan dan kebudayaan harus bisa beriringan membangun daerah," ujarnya.

Menurut Wahyu, perpaduan pendidikan, teknologi dan kebudayaan dapat menjadi kekuatan bagi Sabang. Generasi muda tidak hanya perlu menguasai teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mengangkat potensi, sejarah, seni, budaya dan berbagai kekayaan daerah.

Di tengah penggunaan AI yang semakin luas, ia menilai kreativitas manusia tetap memiliki peran penting. Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan dan membuka peluang baru, sementara gagasan, karakter dan nilai dalam sebuah karya tetap membutuhkan peran manusia.

Karena itu, Wahyu mendorong lingkungan pendidikan memberikan ruang lebih luas kepada peserta didik untuk bereksperimen, berpikir kreatif dan menghasilkan karya. Sekolah, kata dia, tidak hanya menjadi tempat mengejar capaian akademik, tetapi juga ruang bagi anak-anak menemukan potensi dan keberanian mereka.

Ia juga mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada generasi muda yang mulai menunjukkan prestasi dan menghasilkan karya. Apresiasi terhadap anak yang berhasil dinilai dapat menumbuhkan motivasi bagi anak-anak lainnya untuk ikut mencoba dan berkembang.

Bagi Wahyu, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik. Kualitas generasi yang tumbuh dan kemampuan mereka membawa nama baik daerah juga menjadi bagian penting dari kemajuan Sabang.

Ia ingin semakin banyak putra-putri Sabang tampil dengan karya masing-masing, baik di bidang pendidikan, teknologi, seni, budaya, olahraga maupun bidang lainnya.

"Kalau ada yang sudah berkarya, yang lain harus bisa mengikuti. Kita ingin semakin banyak anak-anak Sabang yang maju," ujarnya.

Wahyu berharap perkembangan zaman tidak membuat generasi muda Sabang kehilangan arah. Pendidikan yang kuat, kebudayaan yang terjaga dan pemanfaatan teknologi secara bijak dinilai dapat membentuk generasi yang mampu bersaing lebih luas sekaligus tetap membawa identitas daerah.

"Masa depan Sabang tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah saat ini, tetapi juga oleh generasi muda yang sedang dipersiapkan. Semakin banyak anak daerah yang berani belajar, berkarya dan berprestasi, semakin besar peluang Sabang memiliki generasi penerus yang mampu membawa daerah melangkah lebih jauh," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....