Ketua Komisi IV DPRK Sabang Minta Petugas Wisata Diedukasi Cara Berkomunikasi
- 19 Jun 2026 06:32 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Ketua Komisi IV DPRK Sabang Muhammad Ridwan berharap seluruh petugas yang bertugas di kawasan wisata mendapat pembekalan etika komunikasi dan pelayanan kepada wisatawan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul polemik yang terjadi di kawasan wisata Teupin Layeu, Gampong Iboih, yang berujung pada pemberhentian seorang petugas retribusi setelah video interaksinya dengan wisatawan viral di media sosial.
Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang yang membidangi sektor pariwisata, Muhammad Ridwan yang akrab disapa Wan Codet menilai momentum ini harus menjadi titik balik evaluasi total tata kelola destinasi
Pria yang akrab disapa Wan Codet ini menekankan garda terdepan pariwisata Sabang, terutama para petugas loket dan retribusi, wajib dibekali kemampuan komunikasi yang baik. Gaya komunikasi petugas saat berhadapan dengan wisatawan harus mencerminkan karakter masyarakat sadar wisata.
Ia menyayangkan terjadinya insiden adu argumen antara oknum petugas dan wisatawan yang sempat viral di platform TikTok tersebut. Menurut politisi PAN itu, kesalahpahaman di Lokasi wisata sering kali membesar bukan karena nominal uangnya melainkan karena cara berkomunikasi yang dinilai kurang humanis dan profesional.
"Petugas di lapangan adalah wajah pertama yang ditemui wisatawan saat tiba di destinasi. Oleh karena itu, cara petugas berkomunikasi dengan wisatawan harus benar-benar mencerminkan sikap seorang pelaku wisata sejati. Harus ada keramahan dan kesadaran penuh bahwa kenyamanan pengunjung adalah yang utama," ujar Muhammad Ridwan kepada media, Kamis malam 18 Juni 2026.
Politisi DPRK Sabang ini berharap Dinas Pariwisata Kota Sabang bersama perangkat gampong memberikan edukasi dan pelatihan pelayanan (hospitality) yang berkelanjutan kepada seluruh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Wan Codet mengingatkan bahwa status Sabang sebagai etalase pariwisata unggulan Aceh dipertaruhkan dalam setiap interaksi sekecil apa pun. Jika petugas loket tidak menerapkan prinsip Sapta Pesona khususnya unsur ramah tamah dan tertib maka citra positif daerah yang dibangun dengan anggaran besar bisa runtuh seketika.
Lebih lanjut dikatakan, sebagai salah satu destinasi unggulan Aceh, citra pariwisata Sabang sangat ditentukan oleh pengalaman wisatawan selama berada di lokasi wisata. Melalui momentum pembenahan internal di Kantor Keuchik Iboih malam ini, Komisi IV DPRK Sabang berharap ada standarisasi baru dalam sistem pelayanan publik di kawasan wisata.
"Kita ingin ke depan tidak ada lagi kesan kaku atau konfrontatif dari petugas saat menghadapi komplain dari wisatawan. Setiap ada pertanyaan mengenai karcis atau aturan retribusi, jelaskan dengan baik, transparan, dan kepala dingin. Kita harus membuktikan kepada publik bahwa Sabang adalah destinasi yang aman, nyaman, dan ramah bagi siapa saja," pungkas Wan Codet.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....