Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal, Dinilai Jadi Pengembangan Ekonomi Aceh

  • 25 Jul 2026 00:52 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal dinilai menjadi salah satu strategi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh secara berkelanjutan. Selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga dapat menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan nilai tambah produk daerah.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Prof. Aliasuddin, Ph.D., mengatakan ekonomi kreatif merupakan kegiatan ekonomi yang bertumpu pada pengetahuan, keterampilan, kreativitas, serta identitas budaya masyarakat. "Ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi yang berbasis pengetahuan dan keterampilan. Kita tidak lagi hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi memanfaatkan kreativitas masyarakat yang memiliki keterkaitan sangat kuat mulai dari bahan baku hingga pemasaran," kata Aliasuddin dalam Talkshow RRI Pro 4 Banda Aceh, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurutnya, Aceh memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif karena dikenal memiliki kekayaan budaya, sejarah, kuliner, kerajinan, hingga potensi pariwisata yang dapat dipadukan dengan teknologi digital. Ia mencontohkan berbagai kisah sejarah Aceh, seperti perjuangan Laksamana Malahayati maupun hikayat Aceh, yang dapat dikembangkan menjadi film animasi sehingga mampu menjangkau generasi muda sekaligus menjadi produk ekonomi kreatif bernilai tinggi.

"Kita punya banyak cerita sejarah yang bisa dijadikan film animasi. Anak-anak muda sekarang dekat dengan dunia digital. Ini peluang ekonomi yang sangat besar sekaligus memperkenalkan budaya Aceh kepada dunia," ujarnya.

Namun demikian, pengembangan ekonomi kreatif memerlukan dukungan nyata dari pemerintah, terutama dalam penyediaan infrastruktur, promosi, serta akses pemasaran bagi pelaku usaha.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha dan komunitas agar ekosistem ekonomi kreatif dapat berkembang lebih cepat.

Pengembangan ekonomi kreatif merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta menjaga keberlanjutan budaya Aceh. "Ahlinya ada di universitas, dananya ada di pemerintah, pelakunya ada di masyarakat. Kalau semua bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar dibanding berjalan sendiri-sendiri," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....