Rumah BUMN Sabang Bina 232 UMKM Selama 2024
- 23 Feb 2025 04:12 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Rumah BUMN Kota Sabang, Provinsi Aceh, telah membina sebanyak 232 usaha mikro kecil menengah (UMKM) sepanjang tahun 2024. Pembinaan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengurusan legalitas hingga pengembangan keterampilan pelaku usaha.
Fasilitator Rumah BUMN Sabang, Nadya, mengungkapkan bahwa jumlah UMKM binaan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2024 ada 232 UMKM yang mendaftar dan telah dibina di Rumah BUMN Sabang. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2023 yang hanya 151 UMKM.
Menurutnya, UMKM yang dibina tidak hanya berasal dari Kota Sabang, tetapi juga dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Pembinaan diberikan melalui berbagai program, termasuk pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat produk pangan industri rumah tangga (SPP-IRT), sertifikat halal, serta peningkatan kapasitas usaha melalui kolaborasi dengan instansi terkait.
"Selama 2024, kami mengadakan berbagai program seperti packfest untuk pembinaan kemasan UMKM, UMKM go global, bazar baik dalam negeri maupun luar negeri, digitalisasi, hingga cek nilai gizi untuk produk makanan," ujar Nadya, Sabtu (22/02/2025).
| Baca juga: Ecoprint Tawarkan Motif Eksklusif dari Alam |
Ia menambahkan, peningkatan pembinaan UMKM juga didukung oleh berbagai program pemerintah yang mendukung pengembangan sektor ini. Salah satunya adalah program packfest yang memfasilitasi pembuatan dan branding kemasan setengah harga bagi UMKM yang belum memiliki kemasan.

Selain itu, berbagai kegiatan bazar UMKM telah digelar di dalam negeri maupun luar negeri seperti Malaysia, bekerja sama dengan Rumah BUMN Aceh. "Kami juga menjalankan program wajib sertifikasi halal bagi UMKM guna menjamin mutu produk," tambahnya.
Keberhasilan program ini, kata Nadya, tidak terlepas dari kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, serta bimbingan CEO dan CFO Rumah BUMN Aceh.
Pada tahun 2025, Rumah BUMN Sabang akan fokus pada sosialisasi dan edukasi pengembangan produk berbasis olahan sampah. Selain itu, pihaknya menargetkan pembentukan ekosistem usaha berbasis potensi daerah di Sabang. "Seperti di wilayah Paya Seunara, ada UMKM berbasis daun kelor yang akan dikembangkan bersama PKK. Di Batee Shok, ada tanaman nilam dan pangan lain yang potensial. Kami membuka kesempatan bagi UMKM untuk bergabung bersama Rumah BUMN Sabang," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....