Bisnis Henna Art, Peluang Menjanjikan di Industri Kreatif
- 30 Jan 2025 10:03 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Henna atau Inai adalah pewarna yang dibuat dari tanaman Lawsonia inermis, juga dikenal sebagai pohon inai dan pacar kuku, satu-satunya spesies dari genus Lawsonia. Inai telah digunakan sejak zaman kuno di Mesir kuno dan anak benua India untuk mewarnai kulit, rambut, dan kuku seperti dilansir laman Wikipedia.
Salah satu tradisi yang masih bertahan hingga saat ini ialah penggunaan henna/inai menjelang momen sakral pernikahan. Tentu tren inai wedding juga semakin populer, untuk memberikan sentuhan tradisional yang indah di acara bahagia. Sehingga bisnis henna art ini juga semakin dilirik karena menjadi peluang yang menjanjikan.
Salah seorang pengukir inai yang juga berprofesi sebagai Ibu rumah tangga, Meutia Municadinata sudah menjalani bisnis henna art dari tahun 2015. Berawal dari belajar untuk mengukir henna sendiri saat menjelang hari pernikahannya, hingga berlanjut menjadi pembuka jalan rezeki untuk keluarga.
“Awalnya karena mau menikah pingin pakai henna sendiri, belajar gimana cara ngukir/buat henna di youtube, sehingga bisa buat henna sendiri pas resepsi. Banyak yang minta digambarin, temen serta orang dekat, lama-lama ditekuni karena menjanjikan dan akhirnya diteruskan sampai sekarang, “ kata Meutia saat dihubungi RRI Sabang via telepon, Senin, (27/01/2025).
Dalam proses pengukiran inai, biasanya Meutia menerima permintaan model henna dari pemakai jasa terlebih dulu, dengan melihat referensi di sosial media. Setelah itu akan disesuaikan kembali, apakah model tersebut pas dengan tangan calon pengantin tadi, jika kurang maka akan diberikan contoh lain agar lebih pas dan cantik hasilnya.
Sejauh ini lebih banyak peminat yang memakai inai instan, Meutia juga menyediakan jika ada permintaan inai asli (daun). Harga untuk pemakaian inai instan ditambah glitter RP. 350.000, sedangkan inai asli Rp. 600.000 untuk 2 kali pemakaian, berbeda harganya dikarenakan pemakaian inai asli tidak bisa hanya sekali saja.
Produk inai instan yang tidak ada di Sabang, menjadi kendala untuk Meutia karena produk harus dipesan dari luar sehingga hal itu agak memberatkan pada ongkos kirim yang juga lumayan. Namun hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus berkarya. Meutia juga berharap kedepan akan lebih banyak lagi anak-anak muda yang ikut berkecimpung dengan bisnis yang menjanjikan ini dan semakin bertambah pengukir henna di Sabang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....