Perempuan Berdaya, Menepis Insecurity dan Menemukan Jati Diri
- 07 Sep 2026 17:12 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Perempuan sering disebut sebagai pendidik pertama dan utama atau al-ummu madrasatul ula. Dari perempuan, nilai, pendidikan, hingga pola pikir generasi masa depan dibentuk oleh perempuan. Karena itu, menjadi perempuan yang berdaya, mandiri, dan percaya diri itu merupakan sebuah keharusan. Karena perempuan yang berdaya, memiliki kemampuan untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Namun, di era modern yang penuh standar sosial ini, tidak sedikit perempuan yang terjebak dalam rasa tidak percaya diri (insecure) hingga kritis identitas. Kadiv PPKT Korwil PII Wati Aceh, Chairiani Zuhra mengatakan bahwa kemampuan untuk mencintai diri sendiri menjadi pondasi penting.
“Self love itu itu dapat dimaknai sebagai proses untuk “pulang” kepada diri sendiri. Apapun yang kita rasakan, kita terima, kita uraikan oleh diri sendiri,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 2 Banda Aceh, Jumat, 7 Agustus 2026.
Selain itu, kadang munculnya rasa insecure ketka kita terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain. Jadinya, kita merasa tertinggal dan tidak semangat. Nah, dari pada berfokus pada kekurangan, alihkan perhatian pada aktivitas produktif seperti olahraga, berorganisasi, atau sekadar membersihkan ruangan.
Kemudian, ia melihat bahwa permasalahan yang paling banyak dihadapi oleh remaja adalah krisis identitas. “Krisis identitas merupakan keadaan bingung dan belum mengenal diri sendiri. Hal ini lumrah dan normal, namun, menjadi terkendala ketika berkelanjutan,” tambahnya.
Untuk keluar dari krisis identitas ini, perempuan harus mengenali minat sejak dini, berani mencoba hal baru dapat menjadi bagian dari proses menemukan jati diri. Misalnya dengan mencoba kegiatan voluntary, ikut challenge public speaking, bergabung komunitas, atau menggali minat dalam bidang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....