Menghidupkan Literasi di Ruang Publik Kota Sabang

  • 01 Sep 2026 12:41 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Suasana Pantai Paradiso atau dikenal sebagai Kawasan Sabang Fair, Sabang, di sore hari sangat ramai dengan berbagai kegiatan. Di antara hiruk pikuk area rekreasi tersebut, sekumpulan anak-anak larut dalam bacaannya, di kegiatan Taman Baca Sabang.

Taman Baca Sabang merupakan inisiasi dari Komunitas Literasi Sabang dibawah binaan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) lokus Kota Sabang. Berangkat dari kepedulian dalam dunia literasi, komunitas yang baru dibentuk awal tahun 2026 ini melihat akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan ruang baca di Sabang masih cukup terbatas, terutama di luar sekolah.

Dea Nizatillah, Koordinator Komunitas Literasi Sabang, sekaligus Relima Kota Sabang mengatakan bahwa dengan kegiatan ini bisa menjadi salah satu alternatif aktivitas anak di tengah penggunaan gadget yang semakin dekat dengan keseharian mereka. “Anak-anak punya pilihan untuk datang, membaca, bermain, dan berinteraksi langsung dengan teman-teman maupun keluarga,” ujarnya saat diwawancarai RRI, Minggu, 30 Agustus 2026.

Sebagai orang yang mengemban Amanah dari Perpusnas RI sebagai Relawan Literasi Masyarakat, Ia berharap, ekosistem literasi ini tidak hanya berjalan selama ada program Relima saja. “Harapannya juga, kegiatan ini tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi bisa terus tumbuh menjadi gerakan literasi yang hidup di tengah masyarakat Sabang,” lanjutnya.

Ia juga berharap, kegiatan literasi ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak, tapi juga remaja hingga dewasa dapat bergabung. “Beberapa sudah mulai ikut membaca, walaupun awalnya masih malu-malu mampir. Sekarang suddah ada beberapa ibu-ibu yang aktif datang membaca mandiri dari awal sampai akhir kegiatan. Semoga ke depannya semakin banyak yang mau mampir dan ikut membaca, bukan hanya anak-anak,” tuturnya.

Untuk kegiatan rutin, Taman Literasi Sabang dilaksanakan setiap Minggu sore pukul 16.30 WIB dan terbuka untuk semua masyarakat. Tidak hanya lapak baca saja, setiap minggunya juga dibuat kegiatan yang bervariasi, seperti membaca nyaring, mendeongeng, diskusi buku, mewarnai, dan permainan edukatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....