Media Sosial dan Lingkungan Bentuk Pola Pikir Generasi Muda
- 30 Agt 2026 22:55 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Media sosial memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir dan pengambilan keputusan generasi muda. Pengaruh tersebut semakin kuat karena algoritma platform digital cenderung menghadirkan konten sesuai minat penggunanya.
Hal itu disampaikan Jamalul, bagian program Komunitas Turun Tangan Aceh, dalam program Cek Cerita Kamu RRI Pro 2 Banda Aceh, Senin, 24 Agustus 2026. Menurutnya, pola pikir seseorang tidak terbentuk hanya dari dirinya sendiri, tetapi juga dipengaruhi lingkungan keluarga, pertemanan, pendidikan dan pekerjaan. “Kita sering merasa pola pikir ini murni dari saya. Sebenarnya mekanisme pola pikir datang dari berbagai unsur dan dimensi di luar diri kita sendiri,” ujar Jamalul.
Ia menjelaskan, konsumsi media sosial secara berlebihan dapat membuat seseorang terjebak dalam pola informasi yang sama. Kondisi tersebut terjadi karena algoritma terus menampilkan konten yang sering ditonton, disukai atau dicari pengguna.
Pengguna perlu membangun kesadaran dan mengenali dirinya sendiri. Langkah tersebut penting agar seseorang mampu menentukan lingkungan serta konten yang mendukung perkembangan dirinya. “Kita tidak pernah bisa mengontrol apa yang ditampilkan sosial media, tetapi kita bisa mengontrol diri kita terhadap bagaimana kita merespons informasi tersebut,” katanya.
Sementara itu, Qareen Zickrina Alfaryza Nst, bagian public relation Turun Tangan Aceh, mengaku media sosial juga dapat memberikan dampak positif. Ia memanfaatkan media sosial sebagai sumber motivasi, informasi dan pengembangan diri.
Namun, Qareen memilih berhenti sementara menggunakan media sosial ketika mulai merasa tertekan atau mengalami kejenuhan. Setelah kondisinya membaik, ia kembali menggunakan media sosial dengan memilih konten yang lebih positif. “Kalau sudah merasa sosial media berpengaruh buruk, Qareen matikan sosial media dulu seminggu. Setelah lebih baik, baru mulai lagi dan mencari hal-hal yang positif,” ungkap Qareen.
Keduanya juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi dari media sosial, informasi penting perlu diperiksa melalui sumber lain untuk memastikan kebenarannya. Mereka menilai aktivitas organisasi dan komunitas dapat menjadi alternatif positif bagi generasi muda, kegiatan tersebut membantu membangun pengalaman, memperluas pergaulan dan mengembangkan kemampuan di luar dunia digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....