Anak Muda dan Komunitas Perkuat Gerakan Inklusi Sosial

  • 26 Agt 2026 15:01 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Peran anak muda dan komunitas dinilai penting dalam memperkuat gerakan inklusi sosial, khususnya dalam membuka ruang yang setara bagi penyandang disabilitas di Aceh.

Founder Ruang Lingkup Harir Rizky Tullah, S.Sos., mengatakan keterlibatan dalam kegiatan sosial tidak selalu membutuhkan dukungan dana. Menurutnya, kemauan untuk mengembangkan diri dan memberikan manfaat bagi orang lain merupakan modal utama bagi anak muda untuk terlibat dalam kegiatan komunitas. Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Banda Aceh, dengan tema “Peran Anak Muda dan Komunitas dalam Gerakan Inklusi Sosial”, Minggu 16 Agustus 2026.

Ia menyebutkan sejumlah kegiatan komunitas bahkan dapat diikuti secara gratis melalui proses seleksi. Karena itu, anak muda yang memiliki ide dan kepedulian sosial tetap dapat berkontribusi meski memiliki keterbatasan sumber daya.

Sementara itu, Team Ruang Lingkup Rara Gendes Bidari., menekankan pentingnya transparansi dalam membangun kepercayaan masyarakat dan pihak lain untuk berkolaborasi. Ruang Lingkup, kata dia, secara rutin mempublikasikan kegiatan dan pengelolaan dana melalui media sosial.

Rara mengatakan, transparansi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan dukungan masyarakat benar-benar disalurkan kepada penerima manfaat. Dalam kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana hidrometeorologi, misalnya, seluruh pemasukan dan pengeluaran dicatat dan diperbarui secara berkala, data tersebut kemudian dapat diakses masyarakat melalui tautan yang dibagikan komunitas.

Dalam menjalankan program inklusi, Ruang Lingkup juga melakukan diskusi bersama peserta untuk menentukan kegiatan yang dinilai memberikan dampak. Salah satunya melalui program “Pohon Harapan”, yang mendorong anak-anak penyandang disabilitas menyampaikan impian dan cita-cita mereka.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak berdiskusi mengenai masa depan, kemudian menuliskan harapan pada kertas yang ditempelkan di pohon harapan. Bagi peserta yang belum dapat menulis, pendamping membantu menuangkan gagasan mereka dalam bentuk tulisan.

Rara berharap, pendekatan tersebut dapat mengubah pandangan terhadap penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas, menurutnya, tidak seharusnya hanya menjadi objek penerima bantuan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi dan mengembangkan potensi.

Penyandang disabilitas dapat dilibatkan dalam kegiatan keterampilan seperti kerajinan tangan yang hasilnya dapat dipasarkan secara mandiri. Ke depan, komunitas berharap semakin banyak anak muda yang peduli terhadap isu disabilitas, sosial, lingkungan, dan pendidikan.

Rara mengajak anak muda tidak hanya beraktivitas di ruang digital, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara Harir mengajak generasi muda bergabung dalam berbagai kegiatan komunitas dan bersama-sama menciptakan dampak positif bagi masyarakat Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....