Komunitas Aceh Bermain Hadirkan Ruang Belajar Nonformal
- 20 Agt 2026 08:24 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Komunitas Aceh Bermain menghadirkan ruang belajar nonformal bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, melalui kegiatan bermain yang edukatif, kreatif dan inklusif. Founder dan Inisiator Aceh Bermain, Halir Razaqi, S.E., mengatakan komunitas tersebut lahir dari keresahan terhadap tingginya ketergantungan anak-anak terhadap gawai dan media sosial.
“Aceh Bermain sendiri lahir karena kita melihat banyak banget anak-anak zaman sekarang, khususnya Gen Alpha, yang sangat terpaku dengan sosial media, dengan gadget ataupun gawainya,” kata Halir dalam program Ngobras Pro 1 RRI Banda Aceh, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurutnya, kegiatan bermain tidak hanya ditujukan sebagai hiburan, tetapi menjadi sarana untuk mengembangkan berbagai kemampuan di luar pendidikan formal. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat belajar mengenai kepemimpinan, pengembangan diri, komunikasi, hingga kemampuan berbicara di depan umum.
Halir menjelaskan, Aceh Bermain juga berupaya mengenalkan kembali permainan yang dapat dimainkan secara langsung, sehingga anak-anak memiliki alternatif kegiatan selain menggunakan gawai. Sejumlah permainan yang telah dilakukan antara lain lompat karung, sendok kelereng, petak umpet, serta permainan lempar sandal yang memiliki berbagai sebutan di daerah lain.
Selain permainan, Aceh Bermain juga mengembangkan kegiatan literasi dan edukasi, salah satunya melalui kegiatan Treasure Hunt atau berburu harta karun yang digelar di Museum Aceh. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak berkeliling museum sekaligus menjawab berbagai pertanyaan berdasarkan informasi yang tersedia di area museum.
Halir berharap Aceh Bermain dapat terus berkembang dan menjadi ruang positif bagi masyarakat Aceh. Ia juga mengajak berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga lainnya, untuk berkolaborasi dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan nilai positif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....