Orang Tua Diminta Awasi Aktivitas Digital Remaja

  • 18 Agt 2026 20:18 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Orang tua diminta meningkatkan pendampingan terhadap aktivitas digital anak untuk mencegah remaja terpapar konten kekerasan, intoleransi hingga propaganda kelompok radikal di media sosial. Plh Kasatgaswil Aceh Densus 88, AKBP Goentoro Wisnoe Tjahjono, S.Pd., MH, mengatakan remaja merupakan kelompok yang rentan karena masih berada dalam proses pencarian jati diri dan membutuhkan figur yang dapat dijadikan panutan.

“Anak-anak ini masih dalam pencarian jati diri. Mereka sedang mencari figur yang menurut mereka cocok dan sesuai,” ujar Goentoro dalam Dialog Perempuan dan Anak RRI Banda Aceh, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk mendekati remaja melalui ruang digital. Pendekatan biasanya dilakukan dengan membangun komunikasi seolah-olah menjadi teman atau tempat curhat.

Goentoro mengingatkan orang tua dan remaja untuk mewaspadai sejumlah konten, seperti video kekerasan ekstrem yang dibuat seolah-olah keren, glorifikasi pelaku teror, ajakan menutup diri dari keluarga, serta narasi yang memanfaatkan isu kemanusiaan untuk memancing kebencian dan membenarkan kekerasan. Ia juga menekankan pentingnya prinsip saring sebelum sharing ketika menerima informasi di media sosial.

Sementara itu, Konselor Puspaga Aceh, Maria Ulfa, S.Psi., M.Psi., PhD., mengatakan pengawasan digital tidak berarti orang tua harus melarang anak menggunakan media sosial. Menurutnya, teknologi justru dapat diarahkan menjadi ruang positif untuk mengembangkan kreativitas dan menemukan jati diri. “Kita tidak bisa menutup akses semua. Tapi kita berteman, berteman sama anak-anak, berteman sama media sosial,” kata Maria Ulfa.

Ia menyarankan orang tua membangun komunikasi yang intensif dengan anak, termasuk meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama. Kegiatan olahraga, musik, permainan tradisional, hingga kompetisi kreatif juga dinilai dapat menjadi alternatif positif bagi remaja, pembentukan karakter membutuhkan keterlibatan seluruh lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah hingga masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....