Meluruskan Makna Birrul Walidain dalam Pengasuhan Remaja
- 15 Agt 2026 22:17 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Hubungan antara orang tua dan anak kerap diuji seiring berjalannya waktu, khususnya saat anak memasuki usia remaja. Konselor Keluarga, Hayail Umroh, mengatakan bahwa tidak sedikit orang tua yang merasa asing dengan anaknya sendiri.
“Pada usia remaja, anak-anak cenderung mencari kenyamanan dan identitas di luar rumah bersama teman sebayanya. Orang tua sering dipandang “kuno” atau beda nilai, sehingga anak kadang tidak mau atau malu bersama orang tuanya,” ujarnya dalam dialog "OSSI - Menjadi Anak Yang Di Rindukan OrangTua" bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Kamis, 11 Juni 2026.
Kondisi seperti ini bahkan membuat orang tua patah hati karena melihat anaknya menarik diri terhadapnya. Tanpa pemahaman yang jelas, orang tua sering memberikan respon memaksa atau menghakimi, yang justru memperlebar jarak emosional antara keduanya.
Dalam perspektif islam, pendekatan pengasuhan yang lembut sejalan dengan tuntunan Al-Quran mengenai cara mendidik dan berkomunikasi. Al-Quran mengajarkan prinsip qaulan layyina (perkataan yang lemah lembut), qaulan sadida (perkataan yang benar dan jujur), serta waulan karima (perkataan yang mulia).
Namun, tidak sedikit orang tua yang mengadopsi pola pengasuhan otoriter atau kaku dalam mengasuh anak. Pola asuh yang mendikter, seperti memaksa pilihan kepada sang anak tanpa memperimbangkan minat anak dapat memadamkan potensi alami anak dan memicu beban psikologi berkepanjangan.
Salah satu pemahaman yang perlu diluruskan adalah anggapan birrul walidain yang dimaknai patuh sepenuhnya kepada orang tua dengan mengorbankan seluruh kebahagiaan pribadi. “Padahal, birrul walidain itu pemahamannya lebih luas dari itu. Birrul walidain mencakup kebaikan yang tulus, rasa hormat, serta menjaga hubungan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa islam mengizinkan anak untuk memiliki batasan pribadi dalam menentukan arah hidup dan cita-cita, selama hal tersebut disampaikan dengan penuh kesantunan dan tidak melanggar syariat. Memiliki perbedaan pandangan bukan berarti menjadi anak yang pembangkang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....