Krisis Iklim Ancam Ketahanan Pangan, Adaptasi Jadi Kunci

  • 09 Agt 2026 11:25 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Perubahan cuaca, kenaikan suhu, kekeringan yang berkepanjangan, banjir dan kenaikan suhu cuaca yang eksrem dapat mengganggu produksi pertanian. Perubahan iklim sekarang ini bukan lagi masalah persoalan lingkungan tetapi dapat juga menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan.

Krisis iklim semakin nyata dirasakan masyarakat Aceh melalui cuaca ekstrem, pergeseran musim tanam, hingga gangguan distribusi pangan. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah adaptasi dan mitigasi agar ketahanan pangan tetap terjaga.

Founder sekaligus Executive Director Rumah Pangan Aceh, Rivan Rinaldi, S.Pd., M.Sc., mengatakan perubahan iklim telah memengaruhi berbagai sektor, terutama pertanian dan pangan. Dampak yang paling terlihat adalah meningkatnya risiko gagal panen akibat banjir maupun kekeringan yang berkepanjangan.

"Tahun lalu kita menyaksikan bagaimana banjir menyebabkan distribusi bahan pangan terputus dan berdampak pada lonjakan harga. Saat ini kita juga menghadapi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya hingga September, sehingga sektor pertanian harus benar-benar bersiap," ujar Rivan dalam dialog Green Radio RRI Banda Aceh, Sabtu 1 Agustus 2026.

Menurutnya, petani perlu menerapkan strategi adaptasi, seperti menanam lebih dari satu jenis tanaman atau sistem tumpang sari. Cara tersebut dinilai mampu mengurangi risiko kerugian apabila salah satu komoditas mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem.

Rivan menambahkan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan dengan mengurangi pemborosan makanan serta membeli produk pangan sesuai kebutuhan. Selain itu, penggunaan pupuk organik juga menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas tanah sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....